Polda Riau Periksa Ustad Abdul Somad terkait Penghinaan akun Jony Boyok

Minggu, 09 September 2018 - 07:00 WIB Peristiwa

Berita Terkait

Polda Riau Periksa Ustad Abdul Somad terkait Penghinaan akun Jony Boyok Ustad Abdul Somad

PEKANBARU - Ustad Abdul Somad (UAS) diketahui menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau. UAS menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan penghinaan terhadapnya diduga dilakukan akun Jony Boyok (JB) di media sosial Facebook.

“Alhamdulillah, hari ini (Sabtu, red) UAS sudah memberikan keterangannya pada penyidik atas dugaan tindak pidana penghinaan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki akun facebook JB,” kata Ketua Tim Pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin, di Pekanbaru, Sabtu, (08/09/2018).

Zulkarnain mengatakan ada 10 pertanyaan yang diberikan penyidik kepada UAS, dan semua pertanyaan di jawab dengan baik oleh alumnus Al Azhar tersebut.

Selama pemeriksaan, lanjutnya, UAS didampingi dirinya dan tiga advokat lainnya yakni Aziun Asyari, Aspandiar, dan Wismar Haryanto. Turut mendampingi juga Ketua Bidang Agama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Gamal Abdul Nasir

Selain itu, kata dia, juga ada pemeriksaan terhadap tiga atau empat saksi lain pada Sabtu ini, di antaranya ada dari Front Pembela Islam Kota Pekanbaru dan juga dari media massa.

Zulkarnain mengapresiasi kinerja Polda Riau yang cepat memproses kasus dugaan penghinaan yang dialami UAS.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya limpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman,” ujar dia lagi.

Dia berharap pelaku dapat dihukum maksimal karena telah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS menjadi tersakiti dan tidak nyaman, yakni sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta.

Sebelumnya, terduga pelaku JB membuat postingan hinaan terhadap UAS dengan narasi keturunan dajjal. Dia lalu dibawa ke Riau pada Rabu (05/09/2018) malam oleh FPI Pekanbaru, setelah secara persuasif meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

Karena kasus ini delik aduan, LAM melalui LBH yang diketuai Zulkarnain Nurdin mengambil langkah melaporkan terduga pelaku penghinaan tersebut. Lembaga itu merasa berkepentingan karena UAS juga merupakan pengurus Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, apalagi sudah bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara, tukasnya. ***

Minggu, 09 September 2018 - 07:00 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru