Muzailis: Yang Dikonsumsi Siswa SMPN 18 Pekanbaru Adalah Minumam Sehat Dan Halal

Rabu, 03 Oktober 2018 - 23:10 WIB Pendidikan

Berita Terkait

Muzailis: Yang Dikonsumsi Siswa SMPN 18 Pekanbaru Adalah Minumam Sehat Dan Halal Sekretaris Disdik Pekanbaru, Drs. Muzailis, MM

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru, melalui Sekretaris Disdik Pekanbaru, Drs.Muzailis, MM menegaskan, bahwa issu yang sempat menghebohkan dunia pendidikan di kota Pekanbaru, terkait aksi menyayat tangan yang dilakukan puluhan siwa SMPN 18 Pekanbaru yang terjadi belum lama ini, karena mengkonsumsi minuman berenergi tidaklah benar.

Dikatakan Muzailis, issu yang sempat beredar, bahwa minuman berenergi  tersebut   mengandung zat Benzodiazepin, atau sejenis zat berbahaya. Namun berdasarkan hasil penelitian pihak  Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) kota Pekanbaru dipastikan bahwa minuman tersebut adalah minuman sehat dan halal, terang  Muzailis.

Diuraikan Muzailis, saat peristiwa aksi menyayat lengan terjadi, pihak sekolah langsung  melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Dan telah dilakukan pemeriksaan bahkan test urine seluruh siswa, dan hasilnya negatif. Artinya, mereka melakukan aksi melukai diri sendiri bukan karena dipengaruhi minuman tersebut, terangnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pengakuan beberapa siswa, yang mereka lakukan bukan menyayat dengan kaca atau pisau silet, tetapi digores pakai kuku atau sisir rambut. Hal tersebut dilakukan setelah menonton video melalui youtube. Usai menonton video tersebut mereka terpengaruh dan seolah-olah terhipnotis, lalu nekat melukai lengannya, ujar Muzailis.

Namun demikian kata Muzailis, untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, Disdik telah menerbitkan Surat edaran, mengintruksikan seluruh Kepala Sekolah, baik SD maupun SMP negeri dan swasta untuk melakukan pengawasan intensif terhadap siswa, kantin-kantin yang ada di sekolah dan membatasi waktu siswa untuk berkelompok saat jam istirahat, kata Muzailis.

"Khusus kepada siswa SMPN 18 yang melakukan aksi tersebut telah diberikan peringatan keras dan memanggil orang tua. Hal tersebut dilakukan agar orang tua memberikan perhatian dan mengawasi anak-anak mereka saat diluar jam sekolah," terangnya.

Dia berharap, peristiwa tersebut tidak terulang kembali, dan kepada pihak terkait , jangan terlalu cepat memberikan informasi yang belum tentu kebenarannya. Karena bisa saja merugikan pihak lain, harap Muzailis. (jsn)

Rabu, 13 Agustus 2018 - 23:10 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru