Pandangan Islam Mengenai Pria Salat dengan Celana Jeans Sobek-Sobek

Kamis, 25 Oktober 2018 - 21:46 WIB Muslim

Berita Terkait

Pandangan Islam Mengenai Pria Salat dengan Celana Jeans Sobek-Sobek (Foto: Lifetailored) Ripped jeans

RIPPED jeans dalam fesyen menjadi salah satu item yang harus dimiliki setiap orang, terlebih jika mereka seorang fashion people. Celana denim yang identik dengan statement robek-robek ini kemudian menimbulkan pertanyaan, bagaimana jika dikenakan ketika salat?

Ya, sebagian besar dari umat Muslim mungkin berpandangan tidaklah indah dipandang jika menunaikan salat dengan mengenakan celana denim robek. Masyarakat menganggap, sudah sewajarnya seorang pria mengenakan sarung atau celana panjang bahan katun ketika menjalankan salat.

Akan tetapi, bagaimana jika keadaannya darurat? Bagaimana kemudian Islam memandang hal ini?

"Syarat sah-nya salat ada lima

فصل - وشرائط الصلاة قبل الدخول فيها خمسة أشياء طهارة الأعضاء من الحدث والنجس وسترالعورة بلباس طاهر والوقوف على مكان طاهر والعلم بدخول الوقت واستقبال القبلة

Artinya, syarat sah salat sebelum masuk ke dalam shalat ada lima, di antaranya sucinya badan dari hadats dan najis, menutup aurat dengan pakaian yang suci, berada di tempat yang suci, tahu pasti akan masuknya waktu shalat, dan menghadap kiblat," jelas Ustaz Fauzan Amin, Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia, dalam pesan singkatnya pada Okezone, Kamis (25/10/2018).

Lebih dalam, Ustaz Fauzan Amin menjelaskan, aurat laki-laki sebagaimana yang tertulis dalam dalil berada di antara pusar dan lutut. Sedangkan, aurat perempuan adalah keseluruhan tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.

“Seperti yang tertulis dalam hadis Riwayat Muslim, yang artinya 'Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki yang lain. Janganlah pula wanita melihat aurat wanita yang lain, (HR. Muslim no. 338)," imbuhnya.

Celana denim robek yang beredar di masyarakat, beberapa di antaranya berukuran pas tubuh atau ketat alias skinny jeans. Dengan munculnya jenis celana ini pula, masyarakat tentu bingung bagaimana salatnya jika sedang tidak berada di dekat rumah atau tidak ada sarung untuk dipinjam. Padahal, menurut Ustaz Fauzan, ketika sedang mengenakan skinny jeans, seorang pria tetap boleh salat, asal tidak nampak auratnya.

"Salat boleh menggunakan celana sempit selama tidak terlihat auratnya. Kalau celana bolong, dan tepat pada auratnya maka membatalkan salat. Tapi, kalau bolongnya tidak di posisi aurat, misalnya di betis bagi laki-laki,maka secara fiqh salat-nya tetap sah," paparnya.

Jika sedang dalam kondisi darurat, Ustaz Fauzan menjelaskan salat boleh tetap dilaksanakan kendati tidak ada pakaian atau alat penutup lain, maka telanjang sekalipun tidak membatalkan salat dan salatnya tetap sah.

"Ini saya pakai dalil-dalil umum yang disepakati mayoritas ulama madzhab syafi'e. Bisa kita lihat di kitab Fiqh misal yang sederhana kitab Fathul Qorib tentang bolehkah salat telanjang di tempat yang sepi atau tidak ada orang, semua sudah di bahas dalam kitab-kitab fiqih," paparnya.

Ustaz Fauzan pun berpesan, pada prinsipnya dalam ibadah carilah pakian yang sopan, karena salat adalah momen menghadap Allah, sang pencipta, dan Maha agung. Masih berdasarkan penjelasan Ustaz Fauzan, Nabi mengajarkan agar ketika salat menutup aurat saja, namun batasan auratnya setiap ulama memiliki pendapat yang berbeda.

"Anjuran agama pakailah pakaian yang sopan itu saja. Bentuknya bisa jas, jubah, batik itu tidakmasalah. Namun, sunah nabi menganjurkan untuk memakai sorban, baju warna putih, dan penutup kepala," tandasnya.


(okezone.com)

Kamis, 12 September 2016 - 21:46 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru