Senin, 25 Mei 2026 WIB

Januari-April 2026, 12 Orang Meninggal di Riau Akibat DBD

Redaksi - Minggu, 24 Mei 2026 14:22 WIB
Januari-April 2026, 12 Orang Meninggal di Riau Akibat DBD
Ilustrasi.(Foto: Isr)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat, sejak sejak Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 1.682 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau. Dari jumlah kasus tersebut, 12 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli mengatakan bahwa faktor lingkungan yang kurang bersih menjadi salah satu penyebab utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa virus dengue. Karena itu hal ini juga harus menjadi perhatian masyarakat.

"Selama empat bulan terakhir, sebanyak 1.682 warga Riau telah terjangkit DBD. Ini bukan hal yang bisa kita anggap sepele. Semua pihak harus berperan aktif dalam pencegahannya," katanya, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga:

Dari jumlah kasus DBD tersebut, paling banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir yakni 282 kasus dengan empat diantaranya meninggal dunia. Kemudian di Kota Pekanbaru dengan 251 kasus.

"Kasus DBD selanjutnya ada di Kabupaten Bengkalis yakni 230 kasus, dengan satu orang diantaranya meninggal dunia," katanya.

Baca Juga:

Kemudian, di Kota Dumai 208 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Kabupaten Kampar 165 kasus dengan tiga orang meninggal dunia, Rokan Hulu 98 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Pelalawan 72 kasus, Indragiri Hulu 80 kasus dengan satu orang meninggal dunia, Kuantan Singingi 130 kasus, Siak 50 kasus.

"Lalu, di Kabupaten Indragiri Hilir 81 kasus dengan satu meninggal dunia dan Kepulauan Meranti 35 kasus," sebutnya.

Sebagai bentuk kewaspadaan, pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dan pengendalian peningkatan kasus DBD. Cara pencegahan yang dapat dilakukan yakni dengan cara kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mulai dari lingkungan rumah masing-masing. Kegiatan PSN harus difokuskan pada tempat-tempat yang disukai nyamuk aedes aegypti tersebut.

"Kegiatan PSN harus difokuskan pada genangan air yang tidak bersentuhan dengan tanah secara langsung. Seperti misalnya bak kamar mandi, tempat penampungan air, air pembuangan kulkas tempat minum burung, pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), atau barang bekas di sekitar rumah," katanya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
DBD
beritaTerkait
Waspada, 17 Warga Riau Meninggal Akibat DBD
Dalam Empat Bulan 1.471 Kasus DBD di Riau
Berantas Malaria di Kuala Selat Inhil, Petugas Semprotkan Insektisida
Malaria di Kuala Selat Bertambah Jadi 128 Kasus
Kasus Malaria Ditemukan di Pekanbaru, Dipastikan Bukan Penularan Lokal
Diskes Riau Dirikan Posko di Kuala Selat Pasca Penetapan KLB Malaria
komentar
beritaTerbaru