Saat Iblis Curi Anggur Nabi Nuh untuk Dibuat Khamar

Kamis, 30 April 2020 - 14:01 WIB Muslim

Berita Terkait

Saat Iblis Curi Anggur Nabi Nuh untuk Dibuat Khamar ilustrasi: pcwallart

KISAH para Nabi memang selalu menjadi pelajaran bagi umat manusia, salah satunya adalah Nabi Nuh 'Alaihissalam. Ketika kembali ke bumi, Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkannya untuk menanam berbagai macam tanaman yang ada bersamanya.

Dilansir dari laman Sindonews, Kamis (30/4/2020), peristiwa turunnya Nabi Nuh tersebut dikisahkan oleh ats-Tsa’labi. Nuh pun menjalankan perintah Allah agar menanam tanaman, dan tumbuhan yang kali pertama ia tanam adala As (sejenis semak berbunga putih).

Kemudian, Nabi Nuh pun bermaksud akan menanam pohon anggur. Akan tetapi dia tidak menemukannya. Dia bertanya kepada anaknya, Sam, "Wahai anakku, dikemanakan pohon anggur?" Sam menjawab, "Aku tidak tahu,".

Mendengar itu lalu Malaikat Jibril turun ke bumi dan berkata kepada Nabi Nuh, "Wahai Nuh, pohon anggur itu telah dicuri oleh Iblis," Maka Nabi Nuh berkata kepada Iblis dan meminta bibit tanamannya itu dikembalikan.

"Kembalikan pohon anggur yang telah engkau curi itu," Iblis berkata, "Aku tidak akan mengembalikannya kecuali engkau mau berbagi denganku," kata Iblis.

Lalu Nabi Nuh berkata, "Aku beri kamu sepertiganya." Iblis menolak penawarannya tersebut. Nabi Nuh kembali menaikkan tawarannya. "Aku beri kamu dua pertiganya," kemudian Iblis pun menerima.

Dalam riwayat Syaikh Kamaluddin ad-Damiri, di kitab Hayal al-Hayawan mengatakan, bahwa setelah Iblis menanamkan pohon anggur di bumi, kemudian ia menyembelih seekor burung merak dan darahnya disiramkan ke pohon itu. Setelah daun-daunnya tumbuh, dia menyembelih seekor kera, lalu darahnya disiramkan ke pohon itu.

Setelah berbuah, iblis menyembelih seekor singa; kemudian darahnya disiramkan. Dan setelah datang waktunya memanen anggur, dia menyembelih seekor babi dan darahnya disiramkan ke pohon itu. Semakna dengan ini, ada sebuah syair:

Anggur telah dijadikan lebih mulia

oleh orang yang memperkenalkan perasannya kepada Nuh.

Dalam perasan itu, ada sebuah rahasia yang membuat jiwa senang.

Ucapanku ini bukan omongan yang dibuat-buat belaka.

Orang yang telah meminumnya senantiasa akan ketagihan.

Bibit anggur Nabi Nuh yang dicuri oleh iblis juga dibenarkan oleh Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin. Ia menuturkan, kisah tersebut bisa ditemukan dalam kitab Bada-i’ az-Zuhur fi Waqa-i’ ad-Duhur karya seorang ulama besar madzhab Syafi’i, al-Imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abubakar as-Suyuthiy, atau yang biasa kita kenal dengan Imam Suyuthi.

"Dan memang ada kisah yang diambil dari karya Abu Al-Baqa` Kamaluddin Muhammad bin Musa bin Isa bin Ali, biasa dipanggil dengan nama Kamaluddin Ad-Damiri,Beliau Dilahirkan di kota Kairo pada tahun 742 H (1341 M). Ad-Damiri adalah seorang sastrawan dan ahli fikih beraliran madzhab Syafi’i," katanya saat dihubungi Okezone, Rabu, 29 April 2020.

Lebih lanjut, kata dia, jika diuraikan hikmah tentang anggur, pertama adalah sebagai buah pilihan dan identik dengan kemewahan, masuk ditempat tempat mewah dan elegan, berkelas, jamuan bagi kalangan tertentu walaupun yang menanam adalah petani.

"Belum lagi jika kita gali kisah bagaimana iblis mencampur adukkan bahan-bahan dalam perasan anggur hingga menjadi khamar adalah sebuah kajian hikmah yang sangat istimewa," terangnya.

Sifat-sifat hewan yang dicampur dengan perahan anggur adalah sekian banyak hewan yang identik dengan kemewahan, kesombongan dan arogansi yaitu merak.

Sedangkan harimau adalah identitas kesombongan dan kepercayaan diri yang berlebihan, kepongahan, rakus, ganas dan rela membunuh untuk posisi paling atas.

Monyet identik dengan rakus, tangannya tidak akan berhenti, kanan kiri selalu memegang mulut tidak berhenti mengunyah, suka merebut milik orang lain, tamak, serakah. Sementara babi selain najis juga menjijikan, kotor, penuh penyakit dan selalu identik dengan kubangan lumpur.

"Bagaimanakah jadinya jika dicampur dan menjadi sebuah minuman memabukkan yang merusak moral dan akhlak, serta kesadaran diri, sebab proses sejarah iblis menginisiasi minuman khamar tersebut untuk merusak manusia, menghancurkan akhlak manusia, agar lupa segalanya," pungkasnya.

(okezone.com)

Kamis, 01 September 2020 - 14:01 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru