Ungkapan Masyarakat Bangsa Dalam Puisi "Pertanyaan di Stasiun Kereta"

Selli Aulia

Minggu, 17 Mei 2020 - 21:48 WIB Sastra

Berita Terkait

Ungkapan Masyarakat Bangsa Dalam Puisi "Pertanyaan di Stasiun Kereta"

KARYA SASTRA sebuah bentuk seni yang dituangkan melalui bahasa oleh penulis dengan tujuan estetika. Karya sastra yang diciptakan sang penulis dapat berupa hasil sebuah kisah nyata, maupun imajinasi penulis itu sendiri. 

Setiap karya sastra dapat berupa puisi, cerpen, novel, serta masih banyak lagi karya sastra yang terdapat dalam dunia kepenulisan. 

Setiap karya sastra yang diciptakan penulis dapat dilihat dari genrenya, jenis karyanya, model penulisannya, konflik yang diciptakannya, serta penggunaan bahasanya. 

Salah satu karya sastra puisi dari salah seorang sastrawan legendaris Indonesia, Moh. Wan Anwar, dengan judul "Pertanyaan di Stasiun Kereta" dibuat penuh penjiwaan, menggambarkan bagaimana penulis dalam mengungkapkan perasaannya.

Puisi “Pertanyaan di Stasiun Kereta” mengangkat tema tentang keadaan sosial masyarakat yang pernah terjadi. Dengan maksud bahwa penguasa dapat melihat bagaimana kehidupan masyarakat bawah yang masih dalam keadaan yang serba kekurangan, semestinya itu tidak terjadi karena negeri ini memiliki kekayaan yang melimpah. 

Dengan pengaruh tema tersebut menunjukkan banyaknya keinginan serta harapan masyarakat terhadap penguasa negeri ini. Penulis dapat menyatakan hal yang dirasakannya dan yang dirasakan masyarakat, walau tidak melalui ungkapan secara langsung.

Puisi "Pertanyaan di Stasiun Kereta" menggunakan bahasa perumpamaan atau kiasan yang menghasilkan makna sindiran. Menggambarkan tentang perlawanan yang ditujukan terhadap penguasa dengan menceritakan kisah penantian masyarakat yang sudah bosan akan janji-janji yang terus dilontarkan oleh para penguasa terhadap masyarakatnya.

"Tidak ada yang ditutupi, tidak ada rasa takut, hanya rasa keadilan yang dituntut melalui puisi tersebut. Dengan ungkapan-ungkapannya tersebut, puisi ini menjadi lebih menarik serta memiliki makna yang mendalam bagi pembacanya."

Dengan kata-kata yang se-sederhana mungkin di dalam puisinya, Moh. Wan Anwar mampu mengungkapkan bahwa janji tersebut tidak menjadi kenyataan dalam kehidupan masyarakat.

Dengan membaca setiap bagian-bagian kalimat yang terangkai, disitulah maksud puisi “Pertanyaan di Stasiun Kereta” tersampaikan kepada pembaca.

Dengan puisi yang diciptakan oleh penulis melalui untaian berupa kata-kata yang begitu memiliki makna yang kuat didalamnya penulis dapat menyampaikan keinginan hatinya. 

Dengan puisi tersebut penulis memberikan, menyatakan, serta dapat menyampaikan keluh kesah masyarakat terhadap polemik kehidupan yang terjadi di negeri ini. Melalui puisi ini banyak dampak positif terhadap pembacanya, terutama untuk masyarakat umum. 

Bahwa melalui puisi ini dapat menjadi salah satu tempat untuk mengungkapkan keinginan yang ada pada setiap diri masyarakat biasa. Melalui sastra semua hal dapat dinyatakan serta diungkapkan, bukan hanya sebuah cerita fiktif saja tetapi kenyataan kehidupan juga bisa dapat diungkapkan melalui sajak-sajak indah untuk dirangkai menjadi sebuah kalimat yang dapat menyentuh pembaca. 

Sastrawan Wan Anwar membuktikan hal tersebut, bahwa sastra dapat dijadikan sebagai tempat untuk mengungkapkan rasa, cinta, derita, serta masih banyak hal lagi untuk bisa diungkapkan.

***
Moh. Wan Anwar lahir di Cianjur, Jawa Barat 13 Maret 1970 dan Wafat di Serang-Banten pada 23 November 2009 lalu. Ia meraih gelar sarjana dari Jurusan Sastra Indonesia IKIP (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia) dan melanjutkan studinya di Jurusan Ilmu Sastra Universitas Indonesia. 

Untuk dunia pekerjaan Moh. Wan Anwar adalah dosen di Universitas Ageng Tritayasa Banten, serta menjadi seorang redaktur di majalah Horison. 

Untuk karya-karya yang dihasilkannya tidak diragukan lagi oleh para penikmat sastra, terutama puisi. Karena karya sastra yang diciptakannya sudah banyak dibukukan, salah satu bukunya yang terkenal yaitu Sebelum Senja Selesai (2002) yang berisi puisi-puisinya.(*)

Minggu, 04 April 2018 - 21:48 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru