Memaknai Kehidupan melalui Kisah Perjalanan Hidup Gita Savitri Devi dalam Novelnya “Rentang Kisah”

Aulia Annisa

Rabu, 20 Mei 2020 - 20:26 WIB Sastra

Berita Terkait

Memaknai Kehidupan melalui Kisah Perjalanan Hidup Gita Savitri Devi  dalam Novelnya “Rentang Kisah”

BERBAGAI hal yang terjadi di dalam hidup tidak selalu berjalan mulus sesuai ekspetasi dan keinginan manusia. Beberapa kisah pilu dan tidak sesuai dengan harapan pun akan selalu mengiringi kisah perjalanan hidup seseorang. 

Namun kisah-kisah pilu tersebut bisa jadi untuk memberikan pelajaran hidup agar lebih memahami dirinya, lingkungannya, dan bahkan agamanya sendiri. Karena hidup bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, melainkan apa yang telah dapat kita lakukan selama kehidupan ini berlangsung.

Pelajaran-pelajaran berharga tentang kegagalan dan perjalanan hidup yang tak selalu mulus sesuai dengan harapan  inilah yang diangkat oleh Gita Savitri Devi di dalam novelnya yang berjudul “Rentang Kisah”. 

Novel ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup seorang Gita Savitri Devi dari masa kecilnya hingga masa ia menjalani kehidupan pendidikannya yang diwarnai dengan kisah dan konflik yang tak selalu berjalan mulus sesuai keinginan. Namun dari kisah perjalanan hidupnya tersebut malah merubah segala hal yang ada pada dirinya, membuatnya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, dan memandang bahwa kehidupan bukan hanya mengenai dirinya sendiri, melainkan ada beberapa hal penting yang tak bisa diutak-atik oleh manusia melainkan itu memang kehendak dan takdir dari sang pencipta. 

Sebagai seorang hamba ia hanya bisa menjalani dan memberikan hal yang terbaik bagi hidupnya. Atmosfir cerita akan religiulitas dan pelajaran-pelajaran berharga akan kehidupan inilah yang menjadi daya tarik bagi pembaca dari novel tersebut. Gaya bahasa yang cenderung santai dan kekinian juga menjadi salah satu ciri khas dari tulisan-tulisan yang Devi ciptakan.

Sosok Devi dalam novel ini digambarkan sebagai seseorang yang ambisius dan keras kepala. Devi selalu dihadapkan dengan konflik-konflik hidup yang menjadikannya menjadi sosok yang lebih dewasa, karena dirinya dituntut harus bisa mencari jalan keluar dan menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi tersebut. 

Melalui dialog-dialog lugasnya penulis menyampaikan kisah hidupnya yang tak selalu berjalan mulus. Kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan tak pernah luput dari hidupnya. Namun dari hal tersebut pula Devi belajar untuk memperbaiki dirinya. 

Devi menganggap bahwa kekecewaan dan kesedihan itu terjadi bukan tanpa alasan, melainkan hal tersebut merupakan buah dari kesombongan dan keegoisan yang pernah ia lakukan.

Sesuai dengan kehidupan manusia pada umumnya, bahwa ada beberapa orang dapat berubah dan belajar dari kesalahan sehingga menjadikannya menjadi pribadi yang lebih baik. Begitupun sebaliknya ada orang yang berusaha menutup dirinya dan menolak akan terjadinya perubahan pada dirinya meskipun ia tahu bahwa hal yang telah dilakukannya tersebut salah dan berakibat tak mengenakkan. 

Di dalam novel ini Devi menuliskan bahwa dunia ini adalah tempat untuk mencari pahala. Ia terlebih dahulu mulai melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri, mulai mengenal dirinya sendiri dengan baik, mengenal agamanya, mendekatkan diri dengan tuhannya, dan berhubungan baik dengan orang di sekitarnya. 

Devi menilai bahwa hal tersebut adalah salah satu cara untuk merubah dirinya dalam memaknai kehidupan. Melalui novel ini pula pembaca diajak untuk merenungi kembali tentang bagaimana hubungannya dengan orang lain dan terutama hubungannya dengan Tuhan.

Pengalaman-pengalaman hidup yang Devi ceritakan mulai dari caranya menjadi muslimah seutuhnya dan susahnya memaknai makna istiqomah itu seperti apa, membuat pembaca seolah-olah juga sedang berada di fase yang sama dengan yang dialami oleh Devi tersebut. 

Pembaca diajak seolah-olah juga ikut merasakan perjalanan hidup yang Devi rasakan. Namun, dalam novelnya ini Devi tidak secara langsung menggambarkan tentang pelajaran-pelajaran hidup yang ia dapatkan melainkan banyak menggunakan ungkapan dan makna-makna tersirat, sehingga pembaca harus benar-benar meresapi setiap kata-kata yang ia tuliskan sehingga bisa menyimpulkan sesuatu dan mengambil pelajaran berharga bagi diri pembaca sendiri.

Salah satu hal menarik yang berhasil disampaikan Devi melalui novelnya ini dan dapat dijadikan sebagai pelajaran hidup bagi para pembaca adalah bahwa setiap cobaan dan proses sulit itu sangat berharga, membuat seseorang menjadi lebih mengenal dirinya sendiri, mengenal agamanya, dan memahami tentang bagaimana perannya selama hidup dan menjalani kehidupan di dunia ini. 

Perjalanan hidup yang penuh proses menjadikan seseorang tak lagi sama, ia akan lebih memaknai makna kehidupan itu sendiri dengan baik. Hidup bukan hanya mengenai diri sendiri, melainkan juga tentang orang lain, dan bagaimana cara untuk mensyukuri setiap kisah kehidupan yang telah Tuhan takdirkan. Karena salah satu cara untuk menjalani kehidupan yang bahagia adalah dengan cara bersyukur dan ikhlas menjalani setiap ketentuan yang telah Tuhan tetapkan.***

Rabu, 08 April 2017 - 20:26 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru