Wali Kota: Peningkatan Kasus Covid-19 di Pekanbaru Banyak OTG

Minggu, 20 September 2020 - 18:44 WIB Pemerintahan

Berita Terkait

Wali Kota: Peningkatan Kasus Covid-19 di Pekanbaru Banyak OTG Wali kota Pekanbaru, Firdaus MT

PEKANBARU - Kota Pekanbaru masih menjadi daerah penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi. Bahkan untuk hari Sabtu (19/9) kemarin, sebanyak 190 orang terpapar Covid-19, dan total terkonfirmasi positif di Pekanbaru mencapai 2.227 orang, di susul Kabupaten Siak 642 orang, Kampar 566 orang, Kota Dumai 521 orang. 

Wali kota Pekanbaru, Firdaus MT, mengatakan, penambahan pasien positif di Pekanbaru ini banyak dari OTG dan pihaknya masih mengizinkan sebanyak 900 warga Pekanbaru yang terkonfirmasi positif covid-19 dengan bergejala ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk mengakarantina mandiri dirumah. 

“Soal bagaimana teman-teman kita yang covid dengan bergejala ringan yang kita sebut juga dengan OTG, saat ini jumlah yang masih diizinkan melakukan isolasi mandiri dirumah totalnya sekitar 900 orang kurang lebih,” kata Wako Firdaus, Sabtu (19/9) kemarin. 

“Kita sedang menyediakan rumah isolasi yaitu di Rusunawa Rejosari, dengan kapasitas 100 an sekalian yang ada 300. Yang kota isi sekarang ada sekitar 50 orang,” tambahnya.

Disinggung apakah ada usaha pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjemput orang OTG positif yang mengkarantina mandiri dirumah, karena masih banyak pasien OTG positif berkeliaran dan bebas keluar masuk dan menjadi kekhawatiran warga tidak adanya pengawasan yang ketat dari petugas. Wako hanya menjawab sudah lakukan. 

“Sudah-sudah kita lakukan,” singkatnya.

Firdaus mengklaim, bahwa dari apa yang di lakukan, telah menjadi ukuran dari WHO, untuk tes saja di Kota Pekanbaru ini sudah 425 persen, melebihi standar WHO. Ia menyadari bahwa Pemko masih kekurangan tenaga medis, dan lainnya dalam menjalankan tugas perawatan terhadap pasien positif. 

“Kami menyadari tadi petugas tenaga kesehatan berkurang, dan kami menambah 250 tenaga kesehatan. Dan ini dibiayai oleh APBD kita mengatakan bahwa sample yang diuji jauh diatas kemanpuan pada alat PCR kita yang dimiliki Provinsi, maka kita juga akan membeli agar itu juga cepat,” kata Wako. (MCR)

Minggu, 03 Oktober 2020 - 18:44 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru