Dinas LHK Riau Apresiasi Gerakan Green Radioline Menanam di TWA Buluh Cina

Minggu, 08 November 2020 - 20:12 WIB Lingkungan

Berita Terkait

Dinas LHK Riau Apresiasi Gerakan Green Radioline Menanam di TWA Buluh Cina DLHK Riau Penyerahan bibit dari Kepala Dinas LHK Riau kepada Sari Indriati dalam Gerakan Green Radioline Menanam di TWA Buluh Cina, Minggu (8/11/2020).

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Dalam rangka mendukung gerakan Riau Hijau, Green Radioline melakukan gerakan menanam di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Riau, Minggu (8/11/2020). Kegiatan ini disupport oleh Kantor Pegadaian Wilayah II Pekanbaru.

Hadir dalam kegiatan menanam ini Kepala BBKSDA Riau, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Tokoh masyarakat setempat. Turut hadir hadir beberapa aktifis NGO seperti Bahtera Alam - Harry Octavian, Word Research Institute Indonesia - Redo Rachmad dan Jaringan Masyarakat Gambut Riau - Fadil Nandila.

Station Manajer Green Radioline, Sari Indriati kepada riaueditor.com mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan ini sebagai bentuk komitmen dan kepedulian bersama mendukung program Riau Hijau sesuai perspektifnya bagaimana mengurangi kerusakan kawasan hutan dan menghijaukannya kembali.

Menurut Sari kegiatan menanam ini dilakukan di kawasan TWA Buluh Cina yang mengalami kebakaran beberapa waktu lalu. Ada pun bibit yang ditanam seperti jelutung rawa, meranti, tampuy bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Riau.

"Kami tidak lupa berterima kasih support DLHK Riau dan semua pihak terselenggaranya kegiatan baik ini," ujar Sari.

Dalam sambutannya Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Ir Mamun Murod, MM mengapresiasi kegiatan menanam yang diselenggarakan Green Radioline karena sejalan dengan program Riau Hijau yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Riau.

"Atas nama pemerintah provinsi Riau, kami juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah menjaga dan menghibahkan kawasan TWA Buluh Cina kepada BBKSDA Riau dan akan terus mendorong upaya-upaya agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dengan adanya TWA ini," ungkap Mamun Murod.

Mamun Murod menjelaskan bahwa kawasan TWA Buluh Cina awalnya merupakan hutan Adat yang pada perjalanannya diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah, dalam hal ini BBKSDA Riau. 

Pada kesempatan itu Dinas LHK Riau juga menyerahkan bibit pinang dan matoa kepada masyarakat setempat. (har)

Minggu, 20 Desember 2016 - 20:12 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru