10 Penyebab Berat Badan Naik Secara Drastis Selain Makanan

Rabu, 18 November 2020 - 09:57 WIB Kesehatan

Berita Terkait

10 Penyebab Berat Badan Naik Secara Drastis Selain Makanan (Istockphoto/ Motortion) Ilustrasi. Penambahan berat badan yang drastis bisa jadi petanda kondisi medis tertentu.

JAKARTA - Penambahan berat badan yang drastis bisa jadi petanda kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab berat badan naik secara drastis selain makanan.

Pada dasarnya, setiap orang akan mengalami fluktuasi berat badan. Berat badan umumnya akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Jika penambahan berat badan tak terkait dengan kondisi kesehatan, maka penyebab umumnya meliputi siklus menstruasi, perimenopause dan menopause, melambatnya metabolisme, kurang aktif secara fisik, stres, dan kurang tidur.

Berikut beberapa penyebab berat badan naik secara drastis, melansir Medical News Today.

1. Pengobatan
Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan berat badan bertambah dengan cepat sebagai efek samping.

Beberapa pengobatan yang dapat menyebabkan berat badan bertambah di antaranya:

- kejang

- diabetes melitus

- tekanan darah tinggi

- depresi dan gangguan mental

Penting untuk tidak berhenti mengonsumsi obat tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter.

2. Insomnia
Penelitian menunjukkan, kurang tidur dapat menyebabkan penambahan berat badan. Perubahan siklus tidur dapat memengaruhi pola makan dan suasana hati yang menyebabkan berat badan bertambah.

Studi menemukan, orang yang kurang tidur makan lebih banyak karbohidrat daripada yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Partisipan juga mengonsumsi kalori lebih banyak secara keseluruhan, terutama setelah makan malam.

3. Berhenti merokok
Beberapa orang mengalami kenaikan berat badan saat berhenti merokok pertama kali. Para ahli percaya, kenaikan berat badan terjadi karena nikotin menekan nafsu makan.

Penelitian menunjukkan, rata-rata penambahan berat badan akibat berhenti merokok berkisar pada 1 kilogram dalam sebulan. Mayoritas kenaikan berat badan terjadi selama tiga bulan pertama setelah berhenti merokok.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Orang dengan PCOS kerap mengalami penambahan berat badan.

Gejala PCOS lainnya meliputi periode haid yang tidak teratur, rambut rontok, jerawat, dan bercak hitam di kulit sekitar ketiak, payudara, atau leher.

Foto: Istockphoto/Urilux

5. Gagal jantung
Kenaikan berat badan yang cepat atau pembengkakan di area tubuh tertentu dapat disebabkan oleh retensi cairan yang menjadi petanda gagal jantung.
American Heart Association mencatat, kenaikan berat badan lebih dari 0,5-1,5 kilogram selama 24 jam bisa menjadi tanda gagal jantung.

Darah yang mengalir perlahan ke dan dari jantung memengaruhi fungsi organ utama lainnya di tubuh. Akibatnya, cairan terkumpul di jaringan yang menyebabkan penambahan berat badan di beberapa daerah seperti perut, pergelangan kaki, dan kaki.

Namun, penting untuk dicatat bahwa berat badan seseorang umumnya berfluktuasi dalam sehari. Jika berat badan kembali normal dan tak memperlihatkan gejala tambahan, peningkatan bisa disebabkan oleh kembung dan retensi cairan yang normal.

6. Masalah ginjal
Kenaikan berat badan yang tiba-tiba juga bisa jadi petanda penyakit ginjal seperti gagal ginjal atau sindrom nefrotik.

Ginjal yang tidak berfungsi dengan benar membuat tubuh menahan cairan, sehingga bisa menambah berat badan. Ginjal yang rusak tidak mampu mengeluarkan limbah dan cairan dari tubuh dengan baik, sehingga menumpuk di jaringan.

Pembengkakan akibat masalah ginjal biasanya terjadi di tungkai, pergelangan kaki, dan kaki.

7. Sirosis
Jika seseorang mengalami kenaikan berat badan dengan cepat dan perut yang terlihat membesar, bisa jadi mengindikasikan adanya sirosis.

Sirosis merupakan kondisi saat jaringan parut menggantikan jaringan sehat di hati dan menyebabkan penumpukan cairan di rongga perut. Penumpukan cairan yang tidak normal ini disebut asites.

8. Gangguan tiroid
Hipotiroid dapat memperlambat metabolisme yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. Masalah tiroid juga dapat membuat tubuh menahan cairan karena efek hipotiroid pada ginjal.

9. Sindrom Cushing
Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon kortisol dalam waktu lama. Kortisol adalah hormon yang berperan dalam merespons stres. Sementara meningkatnya hormon stres pada seseorang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Kondisi ini umumnya menyebabkan pembengkakan terutama di area perut, leher, wajah, dan punggung atas.

10. Kanker ovarium
Kembung dan pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba bisa menjadi tanda kanker ovarium.

Selain pembengkakan pada area sekitar perut, kanker ini juga menimbulkan gejala lain seperti nyeri di perut atau panggul, sulit tidur, sering ingin buang air kecil, kehilangan nafsu makan, siklus menstruasi yang tidak normal, dan gangguan pencernaan.

(CNNIndonesia.com)

Rabu, 27 September 2019 - 09:57 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru