Covid RI Nyaris 500 Ribu, Ramalan Ngeri Awal Pandemi Terjadi?

Minggu, 22 November 2020 - 17:51 WIB Peristiwa

Berita Terkait

Covid RI Nyaris 500 Ribu, Ramalan Ngeri Awal Pandemi Terjadi? (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Kota menyemprotkan cairan disinfektan di gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PMI Jakarta Kota terus berupaya melakukan penyemprotan disinfektan guna pencegahan penyebaran virus Covid-19 korona.

JAKARTA - Kasus positif virus corona (Covid-19) hari ini Minggu, (22/11/2020) bertambah sebanyak 4.360 kasus. Secara total terkonfirmasi sebanyak 497.668 atau mendekati angka 500.000 kasus semenjak kasus covid-19 diumumkan di Indonesia 2 Maret 2020 atau hampir 9 bulan lalu.

Jumlah sembuh sebanyak 418.188 kasus, dan meninggal sebanyak 15.884 kasus. Angka ini merupakan data per pukul 12.00 WIB dari Kementerian Kesehatan yang dipublikasikan oleh BNPB.

Dalam penambahan jumlah kasus lagi-lagi DKI Jakarta masih memimpin. Per hari ini pukul jumlah kasus di DKI Jakarta mencapai 1.342 kasus, disusul Jawa Tengah 477 kasus, Jawa Barat 372 kasus, dan Jawa Timur 295 kasus.

Uji laboratorium per 22 November 2020 , jumlah laboratorium jejaring 426 lab. Jumlah spesimen yang selesai diperiksa 35.989 spesimen.

Jumlah spesimen yang diperiksa secara komulatif 5,340,537 spesimen, jumlah orang yang diperiksa per hari 26,535 orang, jumlah orang yang diperiksa komulatif 3,553,142 orang.

Capaian kasus untuk 500 ribu kasus hanya hitungan hari, bahkan bila kasus konstan di angka 4.000-an, akhir November ini sudah bakal di atas 500 ribu kasus. Bahkan sampai akhir tahun bila, tambahan kasus konstan di angka 3.000-4.000-an kasus per hari, maka angka 600 ribu kasus lebih sebuah keniscayaan.

Angka 600 ribu kasus memang pernah menjadi ramalan 'ngeri' pemerintah pada awal-awal masa pandemi. Saat itu kasus covid-19 masih dalam angka puluhan kasus saja.

Pada medio Maret 2020, pemerintah pernah memperkirakan ada 600-700 ribu orang berpotensi terkena virus corona di Indonesia.

Waktu itu Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/3), sempat mengungkapkan adanya ramalan tersebut.

"Jumlah orang berisiko 600-700 ribu, pemerintah akan siapkan 1 juta untuk kita pemeriksaan secara massal (rapid test)," kata Yuri kala itu.

(CNBCIndonesia.com)

Minggu, 24 November 2020 - 17:51 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru