Siap-siap, Begini Alur Vaksinasi COVID-19

Vaksinasi COVID-19 dilakukan setelah dapat izin dari BPOM

Senin, 21 Desember 2020 - 14:18 WIB Kesehatan

Berita Terkait

Siap-siap, Begini Alur Vaksinasi COVID-19 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020).

JAKARTA - Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac telah tiba di Indonesia pada 6 Desember 2020. Vaksin tersebut akan diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai prioritas. Namun, vaksinasi baru dapat dilakukan setelah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use autorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Lalu, bagaimana alur vaksinasi COVID-19 yang nantinya akan diterapkan?

1. Pendaftaran melalui Google Form lho

Dilansir dari laman resmi Kemkes.go id, tata cara vaksinasi dimulai dari pendaftaran, screening, pemeriksaan dokter, vaksinasi, observasi.

Pendaftaran dilakukan melalui Google Form dengan mengisi data identitas diri, kemudian gejala yang sama seperti COVID-19, riwayat penyakit terdahulu. Setelah itu penerima vaksin menuju meja screening untuk memastikan dirinya sesuai kriteria penerima vaksin.

2. Setelah divaksinasi tunggu 30 menit dulu ya

Setelah dinyatakan memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin, proses dilanjutkan dengan masuk ke ruang layanan vaksinasi. Setelah diberi vaksin selanjutnya menuju meja observasi selama 30 menit untuk melihat apakah terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau tidak.

Usai 30 menit menunggu, penerima vaksin bisa meninggalkan ruangan. Jika terjadi gejala saat sampai di rumah atau beberapa hari setelah vaksin, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Penerima vaksin diminta kembali setelah dua minggu ke depan untuk vaksinasi yang kedua.

3. Simulasi vaksinasi masih terus dilakukan

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan simulasi vaksinasi COVID-19 akan terus dilakukan secara masif.

“Saya bersyukur karena simulasi yang kita laksanakan berjalan baik dan kita akan secara masif melakukan simulasi sampai waktu tiba di mana emergency use autorization sudah diberikan BPOM baru kita bisa melaksanakan vaksinasi,” kata Terawan.

Ketika tiba waktunya vaksinasi, tambah Terawan, sudah tidak ragu-ragu lagi karena sudah terbiasa saat simulasi. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah pengaturan orang untuk tetap menjaga jarak, memakai masker dan cuci tangan pakai sabun.

(sumber: idntimes.com)

Senin, 23 Januari 2021 - 14:18 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru