Saudi Larang WNI Berkunjung, Ini Reaksi Pemerintah Indonesia

Rabu, 03 Februari 2021 - 18:24 WIB Mancanegara

Berita Terkait

Saudi Larang WNI Berkunjung, Ini Reaksi Pemerintah Indonesia (CNBC Indonesia/Arie Pratama) Foto: Ilustrasi Raja Salman

JAKARTA - Arab Saudi resmi melarang warga negara dari 20 negara untuk masuk ke Negeri Petro Dolar untuk menekan angka penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19. Larangan ini berlaku sejak Rabu (3/2/2021).

Terkait dengan kebijakan baru Saudi terkait pembatasan perjalanan internasional, Kementerian Luar Negeri RI meminta WNI yang berencana berkunjung ke negara tersebut untuk terus memantau perkembangan aturan.

"Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan pelarangan sementara untuk masuk ke wilayah Kerajaan Arab Saudi bagi warga negara dari 20 negara, termasuk Indonesia. Pengumuman tersebut berlaku efektif mulai tanggal 3 Februari 2021 pukul 21.00 waktu setempat sampai waktu yang belum ditentukan," tulis Kemlu RI dalam keterangannya.

"WNI yang telah merencanakan perjalanan ke Arab Saudi dihimbau untuk terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah atau Otoritas Arab Saudi. Informasi terkini kebijakan perjalanan dari berbagai negara dapat pula diakses melalui aplikasi Safe Travel Kemlu."

Dilansir Arab News, ada 20 negara yang dilarang masuk ke Arab Saudi. Selain Indonesia, 19 negara lainnya adalah Argentina, Persatuan Emirat Arab (PEA), Amerika Serikat, Brazil, Jerman, Inggris, Jepang, Italia, Pakistan, Irlandia, Portugal, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Perancis, Lebanon, Mesir, dan India.

Larangan itu juga berlaku untuk pelancong yang transit melalui salah satu dari 20 negara itu dalam 14 hari sebelum kunjungan ke Arab Saudi. Namun, disebutkan dalam larangan tersebut, pengecualian berlaku bagi diplomat, staf medis, dan keluarganya.

Sementara mengenai umrah dan haji, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan WNI yang akan melaksanakan ibadah Umrah juga terkena larangan ini. Ini berarti Jamaah umrah RI dilarang untuk memasuki Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah untuk sementara waktu.

Tindakan baru itu dilakukan di tengah lonjakan global dalam kasus Covid-19 terkait dengan variasi dalam virus corona itu sendiri yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. Selain itu kekhawatiran mulai muncul bahwa vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia mungkin kurang efektif melawannya.

Pejabat Kesehatan Saudi memperingatkan minggu ini tindakan yang lebih ketat akan diperlukan untuk mengekang penyebaran virus corona jika masyarakat terus mencemooh peraturan tentang jarak sosial dan larangan pertemuan besar.

Saudi melaporkan 310 kasus baru Covid-19 pada hari Rabu, hampir empat kali lipat dari jumlah sebulan lalu.

(sumber: liputan6.com)

Rabu, 10 Mei 2020 - 18:24 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru