Semburan Gas Disertai Lumpur Masih Berlangsung, Petugas Tutup Lokasi Ponpes Al Ihsan

Sabtu, 06 Februari 2021 - 17:00 WIB Peristiwa

Berita Terkait

Semburan Gas Disertai Lumpur Masih Berlangsung, Petugas Tutup Lokasi Ponpes Al Ihsan Har/riaueditor.com

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kondisi terkini semburan gas disertai material lumpur dengan intensitas sedang masih berlangsung di bekas pengeboran sumur bor milik Pondok Pesantren Al Ihsan yang berlokasi di jalan 70 Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, tak jauh dari komplek perkantoran walikota Pekanbaru, Riau

Guna mencegah hal yang tak diinginkan terhadap pengunjung, Tim gabungan TNI-Polri dan pemerintah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru menutup areal lokasi sekitar semburan gas dan lumpur di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan, Sabtu (6/2).

Kapolsek Tenayan Raya, Manapar Situmeang mengatakan penutupan itu dilakukan dengan pemasangan garis polisi yang diperluas hingga pintu masuk gerbang pesantren. Sebelumnya garis polisi terpasang hanya di sekitaran sumur yang menyemburkan gas dan lumpur tersebut.

"Kita menutup dan melarang masyarakat masuk apalagi mendekat. Karena status gas dan lumpur ini kan berbahaya," ujar Manapar.

"Kita juga ikut mendirikan Pos Pam terpadu untuk menjaga areal TKP," tambah Manapar.

Diberitakan sebelumnya, semburan gas disertai material lumpur dan bebatuan berawal dari pengeboran sumur milik Pesantren Al Ikhsan pada Kamis (4/2) siang saat pengeboran mencapai 115 meter, tiba-tiba keluar gas. Malam harinya sekitar pukul 20.00 Wib warga sekitar mendengar suara ledakan keras disertai semburan lumpur bercampur bebatuan yang keluar dari dalam lobang galian tersebut.

Kepala Pondok Pesantren Al Ihsan, Untung Wahyudi kepada riaueditor.com mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengevakuasi barang-barang santri yang masih bisa diselamatkan, dimana sebelumnya sebanyak 34 santri juga sudah diungsikan ke pesantren induk di kawasan Kubang, Kabupaten Kampar.

Ditanya dampak yang ditimbulkan akibat semburan gas disertai lumpur tersebut, Untung menjelaskan bahwa semua bangunan yang terdiri dari 12 kelas dan 12 unit asrama kondisinya sudah luluh lantak dan tidak bisa digunakan lagi. 

"Ruang kelas hancur berantakan, begitu juga atap bangunan seperti yang kita lihat banyak yang ambruk tertimpa bebatuan dan debu yang mirip abu vulkanik," terangnya.

Untung menambahkan berbagai pihak sudah berdatangan seperti Lurah, Camat dan pemerintah terkait sudah meninjau dan melakukan penanganan.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat yang sudah cepat dan tanggap dalam melakukan penanganan," pungkasnya.

Saat ini peristiwa semburan gas dan lumpur yang mencapai 15 meter itu tengah didalami oleh tim gabungan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Riau beserta Pihak PT. Kalila Migas dan PLTU beserta KLHK Riau. Pengecekan secara berkala dilakukan guna mengambil langkah penutupan sumur.(har)

Sabtu, 25 Juni 2020 - 17:00 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru