Gubri Sampaikan Kesiapan Daerah Alih Kelola dan Kerjasama Blok Rokan

Selasa, 09 Maret 2021 - 19:09 WIB Pemerintahan

Berita Terkait

Gubri Sampaikan Kesiapan Daerah Alih Kelola dan Kerjasama Blok Rokan istimewa

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar berharap pengelolaan ladang minyak Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berjalan dengan baik.

Hal tersebut diungkapkannya pada acara Kunker Panja Migas Komisi VII DPR RI dalam rangka Pembahasan Blok Rokan di Provinsi Riau yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (9/3/2021). 

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan saat masa alih kelola yang akan dilakukan pada Agustus 2021 mendatang. 

Pertama, pemerintah telah memfasilitasi dan menjaga situasi aman dan kondusif dalam peralihan dan kontrak kerja oleh PT PHR.

Kedua, kesiapan BUMD dan perusahaan lokal dalam kerjasama B to B selaku vendor atau kontraktor disemua sektor, baik operator maupun jasa penunjang. 

Ketiga, menekankan pada PT PHR agar melakukan keterbukaan informasi atas kebutuhan tenaga kerja Pertamina.

Keempat, menyelesaikan permasalahan lahan, aset limbah lingkungan Chevron dan kontrak lainnya secara komplek dan komprehensif.

Kelima, penyerahan beberapa aset CPI atau barang milik negara lainnya yang dibutuhkan atau dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat Riau.

Dalam hal ini Gubri mencontohkan adanya kantor pemerintah di Dumai, aset tanah Pemprov di Dumai, Power Plan yang dibangun anak perusahaan Chevron di Duri. 

Keenam, pemberdayaan BUMD dan perusahaan lokal, ini diharapkan agar tim pengadaan barang dan jasa PT PHR berkedudukan di Pekanbaru," pintanya. 

Ketujuh, Gubri Syamsuar menginginkan agar kantor PT PHR harus berada di Pekanbaru untuk memudahkan koordinasi dengan Pemprov Riau dan kabupaten/kota, instansi vertikal serta semua pihak terkait. 

Kedelapan, vendor selaku kontraktor di pengelola Blok Rokan, kata Gubri harus memiliki NPWP dan berkedudukan di Riau.

Kesembilan, dalam hal pelaksanaan B to B, Gubri mengharapkan adanya perhatian khusus Pemerintah Pusat terhadap BUMD dan perusahaan lokal secara langsung. 

Masih kata Gubri, dalam alih kelola ladang minyak Blok Rokan, ia menginginkan agar putra daerah yang mempunyai kompetensi untuk posisi penting dalam dewan komisaris dan direksi di PT PHR harus mendapat perhatian. 

"Selain itu, kita juga minta diperhatikan pengusaha lokal dan masyarakat tempatan yang memiliki kemampuan dalam kegiatan jasa penunjang migas," ujarnya. 

Pemprov Riau sebut Gubri, siap untuk membantu memfasilitasi perizinan dalam masa transisi pengalihan Blok Rokan. Serta ia juga berharap supaya pelaksanaan realisasi PI 10 persen dari PT CPI tidak terlalu lama. 

"Dengan persiapan yang telah dilakukan, kami tentunya berharap produksi migas bisa maksimal di tangan PT PHR, sebab kita ketahui bahwa sekarang kondisi masyarakat sangat bergantung pada minyak dan gas yang ada di Riau," pungkasnya. (MCR)

Selasa, 15 Juli 2020 - 19:09 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru