Diperlukan Program Strategis Pulihkan Fungsi Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan

Selasa, 16 Maret 2021 - 20:58 WIB Pemerintahan

Berita Terkait

Diperlukan Program Strategis Pulihkan Fungsi Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan Pj. Sekdaprov Riau, Masrul Kasmy

PEKANBARU - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy menyampaikan bahwa sangat diperlukan program strategis untuk mempertahankan dan memulihkan fungsi hutan sehingga dapat kembali berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan.

Masrul Kasmy menyebutkan, ia memiliki keyakinan dengan dukungan seluruh elemen, baik kementerian, lembaga, akademisi, sektor swasta, dan para mitra pembangunan di sektor Riau, termasuk IRI Chapter Riau, upaya pengendalian deforestasi dan fenomena perubahan iklim di Riau akan mampu mendukung capaian kinerja rencana aksi Riau Hijau.

"Sinergitas segenap potensi ini tentu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat yang berkelanjutan," katanya dalam acara peresmian Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Chapter Riau, di Ballroom Premiere Hotel Pekanbaru, Selasa (16/3/2021).
 
Pj Sekdaprov Riau ini menyebutkan, salah satu tujuan pembangunan Provinsi Riau yang termuat dalam RPJMD Riau 2019-2024 adalah untuk mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan atau yang sekarang disebut sebagai icon Riau Hijau.

Ia menuturkan, Riau Hijau pada prinsipnya merupakan konsep pembangunan Riau yang berisi komitmen untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan mengupayakan adanya jaminan keberlanjutan kehidupan yang lebih baik di Bumi Riau ini.

"Di antaranya upaya strategis yang harus ditempuh adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup dan perwujudan tata kelola sumber daya termasuk hutan yang berkeadilan seimbang dan berkelanjutan," ucapnya.

Masrul Kasmy menambahkan, konsep pembangunan Riau Hijau ini lebih mengedepankan upaya restorasi ekosistem dibandingkan ekstraktif yang dimaksudkan untuk perbaikan tutupan lahan dan daya dukung daerah aliran sungai wilayah hulu. 

Kondisi hutan di wilayah tangkapan air di Riau yang mengalami kerusakan memberikan dampak luas terhadap munculnya berbagai masalah lingkungan, seperti banjir dimusim hujan, kekeringan di masa kemarau, penurunan kualitas air, sedimentasi dan rawan karhutla pada kemarau panjang.

"Makanya diperlukan sinergitas dalam pembangunan Riau Hijau di Riau," tutupnya. (MCR)

Selasa, 21 Juni 2020 - 20:58 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru