Developer Perumahan Villa Bakti Housing Kembali Berulah

Rabu, 31 Maret 2021 - 17:21 WIB Peristiwa

Berita Terkait

Developer Perumahan Villa Bakti Housing Kembali Berulah fin/re

PEKANBARU, riaueditor.com - Pembangunan perumahan di komplex Villa Bakti Housing Kelurahan Air Hitam, kembali berulah. Kali ini dinding 4 unit rumah yang akan dibangun oleh developer menempel langsung ke dinding bangunan gudang milik warga.

"Dindingnya nempel langsung ke bangunan saya. Dulu dia memang ada ijin ke saya. Tapi saya ngak nyangka dindingnya benar-benar nempel ke bangunan saya", ucap Heri warga yang merasa dirugikan oleh sikap developer, Rabu (31/3/21).

Heri berharap, agar developer menggeser bangunannya, sehingga tidak menempel langsung ke bangunan gudang besi miliknya.

Sebagai orang Timur kata Heri, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian secara musyawarah terlebih dahulu dengan pihak developer.

"Kita coba ngomong dulu sama mereka gimana. Kita kan  orang timur kan. Iya, musyawarah dulu lah", ujar Heri.

Ia pun meminta Abok sebagai mandor lapangan, sebelum terlanjur bangunan yang menempel langsung ke bangunan miliknya itu untuk sementara distop atau dirobohkan.

Terkait parit yang rusak samping bangunan miliknya akibat bangunan perumahan, Heri mendesak pihak developer agar diperbaiki seperti kondisi semula.

Sementara mandor lapangan, Abok saat dikonfirmasi membenarkan jika bangunan yang dia awasi tersebut milik developer, Budi Gunawan.

Ia mengatakan terkait protes Heri atas dinding perumahan, akan ia sampaikan terlebih dahulu kepada developer.

"Kalau saya cuma ikut perintah bos aja", pungkasnya.

Saat ditanya mengenai ada tidaknya ijin bangunan yang sedang ia awasi, Abok mengaku masih dalam proses pengurusan. Hanya saja ia tak bisa menunjukan resi, bukti pengurusan ijin dimaksud.

Sebelumnya bangunan  perumahan di Jalan Karya Bakti Ujung di RT 03 RW 03 Kelurahan Air Hitam ini, terus menuai protes dari warga. Pasalnya developer yang dinilai kebal hukum itu tidak tersentuh penertiban kendati jelas-jelas menyalahi Garis Sempadan Bangunan (GSB).

"Sedari awal kami laporkan masalah ini, Kabid Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Layanan DPMPTSP, Quarte Rudianto enggan bertindak kendati sudah turun ke lapangan", ucap Fernando warga komplex Villa Bakti Housing kecewa. (fin)

Rabu, 24 Juni 2020 - 17:21 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru