Fakultas Teknik Perminyakan UIR Ditunjuk Untuk Kajian Pelamparan Reservoir Blok Rokan

Kamis, 09 September 2021 - 20:24 WIB Pemerintahan

Berita Terkait

Fakultas Teknik Perminyakan UIR Ditunjuk Untuk Kajian Pelamparan Reservoir Blok Rokan Fasilitas produksi Blok Rokan, Minas, Riau. Dok: SKK Migas

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar bersama lima kepala daerah penghasil migas di wilayah kerja (WK) Blok Rokan akhirnya telah menyepakati dan menunjuk lembaga independen untuk menentukan pelamparan reservoir pada WK Migas Rokan di Riau, yakni LAPI. Sedangkan perguruan tinggi yang ditunjuk untuk kajian adalah Fakultas Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR).

Gubri mengatakan bahwa penunjukan perguruan tinggi untuk kajian pelamparan ini sekaligus sebagai salah satu syarat dan langkah percepatan untuk mendapatkan participating interest (PI) 10 persen Blok Rokan. Terlebih lagi, pihaknya sudah menerima surat dari SKK Migas terkait.

Di mana, setelah dilakukan penunjukan BUMD sebagai pengelola PI 10 persen WK Rokan. Maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan BUMD harus segera memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan sesuai yang tertuang dalam Permen ESDM Nomor 37 tahun 2016.

"Kami bersama daerah penghasil Migas di Blok Rokan telah menyepakati dan menunjuk perguruan tinggi yang akan menghitung pelamparan, yaitu Fakultas Teknik Perminyakan UIR. Sedangkan BUMD yang ditunjuk untuk menerima PI 10 persen adalah Riau Petroleum," kata Gubri di Gedung Daerah Provinsi Riau, Kamis (9/9/2021).

Semakin cepat proses pelamparan, kata Gubri, maka akan semakin cepat pula bagi daerah untuk mendapatkan PI 10 persen. Namun, ia menyadari bahwa proses pelamparan tidak bisa serta merta seperti membalikan telapak tangan. Sebab, semuanya memakan waktu untuk menunggu hasil kajian pelamparan tersebut keluar.

"Dalam waktu yang nggak begitu lama ini, kami akan memberitahukan ke dekan Fakultas Teknik UIR untuk menghitung pelamparan sesuai hasil migas Riau. Nanti kita akan tahu berapa PI 10 persen yang diperoleh masing-masing daerah penghasil migas (Rohil, Bengkalis, Siak, Kampar, Rohul, red)," kata pria yang akrab disapa Syam ini.

"Semakin cepat pelamparan selesai, semakin cepat kita dapat PI 10 persen. Namun ini kan tidak mudah, ini akan memakan waktu 1-2 bulan," jelasnya.(MCR)

Kamis, 31 Agustus 2021 - 20:24 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru