Asisten II Setdaprov Riau Buka Talkshow Ekonomi Regional CORE Indonesia

Jumat, 17 September 2021 - 09:21 WIB Pemerintahan

Berita Terkait

Asisten II Setdaprov Riau Buka Talkshow Ekonomi Regional CORE Indonesia

PEKANBARU -  Asisten II Sekretariat daerah provinsi (Sekdaprov) Riau, Evarefita membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada acara talkshow ekonomi regional. Acara ini ditaja oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia di Hotel Aryaduta, Kamis (16/9/2021). Pada kegiatan ini juga dihadiri perwakilan kepala daerah di Riau.

Dalam sambutannya, Eva mengatakan, bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sektor ekstraktif sebagai sumber penerimaan dan pertumbuhan ekonomi masih cukup besar. Hal ini terefleksikan dari sekitar 53 persen ekspor Indonesia yang berbentuk bahan mentah dari alam, seperti minyak dan gas. Selain itu ada beberapa komoditas unggulan seperti batu bara, minyak sawit, tembaga, nikel dan alumunium.

"Dalam konteks ekonomi regional di Indonesia, Riau adalah salah satu wilayah yang memiliki ketergantungan kuat, terhadap sektor-sektor ekstraktif berbasis perkebunan kelapa sawit, karet dan pertambangan," kata Eva.

Lebih lanjut dikatakannya, salah satu ciri utama kawasan yang memiliki ketergantungan kuat pada sektor ekstraktif adalah fluktuasi pertumbuhan ekonomi yang sangat tajam. Pergerakan ekonomi mengikuti tren harga komoditas yang terjadi di pasar global. 

"Dalam arti, ketika global terjadi gejolak, ekonomi kawasan yang bergantung pada komoditas ekstraktif, seperti Riau, akan tergoncang," ujarnya.

Pada spektrum lainnya, saat ini Indonesia sedang menyongsong usia yang ke-100, nanti pada 2045. Tentu, sebagai salah satu Provinsi yang memiliki sumber daya alam melimpah, Riau harus ambil bagian dalam menyukseskan Indonesia ketika berusia 100.

"Dalam hal ini, Riau memiliki peran dan posisi strategis dalam berkontribusi besar terhadap pembangunan yang lebih visioner dan berkelanjutan. Tentu untuk menyumbang kinerja pembangunan yang berkelanjutan, Provinsi Riau mesti memiliki konsep tentang peta jalan, strategi, dan kebijakan sektoral ekonomi yang tepat," katanya. (MC)

Jumat, 23 September 2021 - 09:21 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru