14.824 Guru di Riau selesai Ikuti Ujian Kompetensi Tahap 1 PPPK

Rabu, 22 September 2021 - 14:03 WIB Peristiwa

Berita Terkait

14.824 Guru di Riau selesai Ikuti Ujian Kompetensi Tahap 1 PPPK Ujian seleksi Kompetensi tahap 1 bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

PEKANBARU - Ujian seleksi Kompetensi tahap 1 bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), telah selesai dilaksanakan. Total PPPK yang mengikuti ujian sebanyak 14.824 orang. Diikuti guru dari kabupaten dan kota se Provinsi Riau, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK/SLB sederajat. Untuk Pemprov Riau sendiri hanya menerima sebanyak 222 Guru PPPK.

Kepala Dinas Pendidikan provinsi Riau, Zul Ikram, mengatakan, pelaksanaan ujian sesuai dengan pengumuman pelaksanaan ujian kompetensi dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekonologi (Kemendikbud Ristek), tentang pelaksanaan seleksi kompetensi Guru ASN-PPPK tahun 2021.

“Untuk ujian seleksi ASN dan PPPK khusus di Provinsi Riau telah selesai dilaksanakan, sesuai dengan arahan dan petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan. Alhamdulillah semua berjalan lancar, tercatat ada sebanyak 14.824 guru yang telah menjalani ujian kompetensi," ujar Zul Ikram, Rabu (22/9/2021).

"Masing-masing peserta menjalani ujian di Kabupaten Kota, dengan pengawasan dari Diknas dan Inspketorat. Untuk kita di Riau menerima sebanyak 222 Guru PPPK, sedangkan Kabupaten Kota tergantung masing-masing daerah,” ucapnya. 

Dijelaskan Zul Ikram, dalam pelaksanaan ujian Kompetensi Guru PPPK mulai dari kompetensi tahap 1 sampai kompetensi tahap 3, ada beberapa guru yang tidak bisa mengikuti ujian. 

Hal ini dikarenakan guru yang akan mengikuti ujian, harus menunjukkan hasil pemeriksaan negatif COVID-19. Dari beberapa guru terpaksa harus menunda ujian karena terkonfirmasi positif rapid antigen. Termasuk faktor lain yang menyebabkan peserta tidak hadir.

“Sesuai dengan hasil rekap, ada beberapa peserta tak datang, dan diketahui bersangkutan ternyata tidak hadir faktor kendala rapid antigen positif ada terkonfirmasi dan harus menjalani isolasi dan faktor lain. Ada juga kesalahan jadwal, ada yang sakit," sebutnya. 

"Selanjutnya, yang sakit minggu lalu diberikan kesempatan sesuai arahan Kemendikbud Dikti, diberikan ruang melaksanakan ujian susulan namun tidak semua hadir,” tandas Zul Ikram. (MC)

Rabu, 21 Februari 2021 - 14:03 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru