Begini Kisah Manggala Agni Daops Pekanbaru Berjibaku Padamkan Karhutla

Jumat, 08 Oktober 2021 - 09:29 WIB Lingkungan

Berita Terkait

Begini Kisah Manggala Agni Daops Pekanbaru Berjibaku Padamkan Karhutla Petugas Manggala Agni Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru berjibaku memadamkan kebaran lahan (foto Manggala Agni / HO MC Riau)

PEKANBARU - Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru melakukan pemadaman di 3 titik kebakaran lahan selama 2 hari, sejak Rabu (6/10/21) hingga Kamis (7/10/21).

Laporan karhutla pertama terjadi di Jalan Pramuka, berdekatan dengan Danau Buatan, Kelurahan Sungai Ambang, Rumbai Pesisir Pekanbaru, Rabu siang. Kebakaran menghanguskan lahan semak belukar dan tegakan akasia dengan luasan diperkirakan mencapai 2 Hektar.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera IV/ Pekanbaru, Chaerul Parsaulian Ginting mengatakan, pemadaman di Rumbai dilakukan bersama Manggala Agni dengan BPBD Kota Pekanbaru. Dibantu juga jajaran Polsek Rumbai Pesisir, pemerintah setempat serta didukung  oleh helikoper water Bombing. Kebakaran dapat dikendalikan dan tuntas dilakukan pemadaman sekitar pukul 17.00 WIB.

"Lokasi kedua berada di Desa Bencah Kelubi Tapung, Kabupaten Kampar. Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh patroli udara BPBD Riau. Tim Manggala Agni kemudian diterjunkan untuk melakukan pemadaman darat dibantu oleh RPK PT. Arara Abadi serta 3 unit Helikopter Water Bombing," katanya.

Kondisi angin yang berubah-ubah dan sumber air yang sedikit menjadi kendala tim di lapangan. Kebakaran diperkirakan mencapai 15 Hektar dengan kondisi tanah bergambut. Hingga Kamis sore ini, tim masih berupaya untuk melakukan pemadaman.

Lokasi ketiga pemadaman berada di Jalan Riau Ujung, Desa Karya Indah Tapung, Kabupaten Kampar. Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh patroli udara BPBD Riau Kamis siang. Tim Manggala Agni segera meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman darat.

"Pemadaman dibantu oleh Masyarakat Peduli Api, Bhabinkamtibmas serta Babinsa Desa Karya Indah. Luasan terbakar diperkirakan mencapai 5 Hektar dengan vegetasi semak belukar dan kondisi tanah gambut tipis. Sekitar pukul 18.30 api dapat dikendalikan dan lokasi terbakar dinyatakan padam total," ujarnya.

Dalam beberapa belakangan Provinsi Riau mengalami kondisi panas yang dapat menjadi pemicu kebakaran. Untuk itu dihimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan karhutla. (MC)

Jumat, 03 September 2021 - 09:29 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru