Direkomendasi PTM Terbatas, Tim Satgas Covid-19 Datangi Kampus Unilak

Rabu, 13 Oktober 2021 - 09:17 WIB Pendidikan

Berita Terkait

Direkomendasi PTM Terbatas, Tim Satgas Covid-19 Datangi Kampus Unilak Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Pekanbaru melakukan kunjungan ke Kampus Unilak, pada Rabu (12/10/2021).

PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menjadi Perguruan Tinggi Pertama yang direkomendasikan untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Rekomendasi diberikan oleh Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Pekanbaru, setelah melakukan kunjungan ke Kampus Unilak, pada Rabu (12/10/2021).

Tim Satgas tiba sekira pukul 9.30 wib, dipimpin oleh Saptian Dana Nugraha. Saat tiba di kampus kebanggaan masyarakat Riau ini, Satgas COVID-19 langsung meninjau Fakultas Fasilkom, Gedung Rektorat, Perpustakaan, Ruang Layanan Administrasi, dan Ruang Kelas.

Kemudian, tim Satgas COVID-19 menyambangi Fakultas Kehutanan. Di lokasi ini sedang berlangsung Yudisium. Tampak seluruh peserta dan panitia yang hadir, mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Kunjungan dilanjutkan ke Gedung Fakultas Hukum Unilak. Tim Satgas COVID-19 disambut hangat oleh Dekan FH, Dr. Fahmi didampingi Wakil Rektor I Zamzami, dan Wakil Rektor II, Dr. Bagyo Kadaryanto.

Pantauan di Fakultas Hukum, petugas Unilak melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada seluruh orang yang memasuki gedung. Dibeberapa lokasi, terlihat spanduk ajakan untuk patuh Protokol Kesehatan juga di pasang. Sementara, di ruang publik lingkungan kampus, tempat duduk berjarak juga di beri tanda silang.

Rektor Unilak Dr. Junaidi saat ditemui mengatakan, bahwa pihaknya telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas seiring dengan kota Pekanbaru yang berstatus PPKM level II.

"Sejak satu tahun lalu, Unilak telah menyiapkan berbagai aturan dan infrastruktur. Hal ini untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di lingkungan kampus, dengan mengikuti pedoman dari pemerintah. Tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tapi juga dikuatkan dalam Kebijakan dan Intruksi Rektor," ujarnya.

Dijelaskan Dr. Junaidi, bahwa pembelajaran tatap muka terbatas ini dilakukan dengan mengurangi jumlah siswa 25- 50 persen. Ia mengaku, proses belajar di dalam kelas harus saling berjarak dan mempercepat pelaksanaan proses waktu perkuliahan.

Dikatakan Rektor, untuk mendukung itu pegawai, dosen, dan mahasiswa telah ikut sukses pelaksanaan vaksinasi. Sejak pandemi COVID-19, Unilak taat dan konsisten untuk patuh akan protokol kesehatan.

Berbagai aktifitas adaptasi baru telah dilakukan sejak satu tahun lalu, diantaranya wisuda beralih drive thru, proses belajar daring, wisuda yang berlangsung hingga tiga hari di hotel yang telah memiliki standar prokes.

"Hadirnya satgas COVID-19 ke Unilak tentunya menjadi hal yang positif untuk melihat sejauh mana prokes yang diterapkan di lingkungan kampus. Alhamdulillah Satgas Covid memberikan apresiasi atas prokes yang telah dilakukan Unilak. Artinya pembelajaran tatap muka terbatas di Unilak bisa terus dilakukan dengan tetap disiplin," ucapnya.

Sementara itu, Satgas Penangan COVID-19 Pekanbaru, Saptian Nugraha saat ditemui mengatakan, bahwa kegiatan perkuliahan Unilak di dalam kelas sudah sesuai prokes. Sementara, aktifitas di luar kegiatan kerumunan musti dikurangi.

"Untuk saat ini, Unilak yang baru keluar surat rekomendasi untuk pembelajaran tatap muka terbatas," ujarnya. (MCR)

Rabu, 24 September 2021 - 09:17 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru