Gubri: Pemulihan Ekonomi Jadi Prioritas Utama di Tengah Pandemi COVID-19

Kamis, 25 November 2021 - 10:37 WIB Ekbis

Berita Terkait

Gubri: Pemulihan Ekonomi Jadi Prioritas Utama di Tengah Pandemi COVID-19 Gubernur Riau H Syamsuar ketika diwawancarai dalam program News Line Metro TV di Jakarta, pada Rabu (24/11/2021).

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, mengatakan, bahwa saat in pemulihan ekonomi  pembangunan daerah masih menjadi prioritas utama di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda. 

"Tentunya prioritas kami ke depannya adalah pemulihan ekonomi. Karena di antaranya yang berdampak besar terhadap COVID-19 ini adalah usaha kecil dan mikro," imbuhnya pada saat diwawancarai dalam program acara TV Swasta Nasional di Jakarta, pada Rabu (24/11/2021).

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya juga menggerakkan investasi dan memberikan kemudahan usaha kepada para investor untuk dapat melakukan transaksi di Provinsi Riau.

"Disamping itu, kami juga sedang menggerakkan investasi dan memberikan kemudahan usaha kepada para investor untuk bertransaksi di Riau. Apalagi dengan adanya transaksi ini dapat menyerap tenaga kerja," ungkapnya.

Ia melanjutkan, melihat dari 2020 yang lalu tenaga kerja di Riau itu terdapat tingkat pengangguran yang mencapai kenaikan 6 persen.

"Akan tetapi, alhamdulillah saat ini tingkat pengangguran sudah menurun menjadi 4,2 persen. Terdapat juga penurunan dengan adanya investasi yang cukup baik di Riau," lanjutnya.

Menurutnya, dengan kondisi yang kondusif saat ini terdapat ekspor surplus yang menyebabkan harga penjualan di Riau membaik seperti bagusnya harga sawit, karet, kelapa, dan membaiknya ekspor - ekspor non migas, seperti sarang burung walet, dan madu lebah yang mana hal ini akan dipertahankan oleh pihaknya.

"Ekspor - ekspor non migas yang saat ini sudah bagus seperti sarang burung walet dan madu lebah akan kami pertahankan dengan baik," ungkapnya.

Pihaknya juga berharap dengan dipertahankannya ekspor non migas ini tentunya angka yang 4 persen tadi tetap atau lebih baik lagi jika mencapai 5 persen.

"Semoga saja dengan kita pertahankannya ekspor non migas ini dapat membuat angka perekonomian kita stabil di angka 4 persen atau lebih baik lagi jika bisa di atas 5 persen," harapnya. (MCR)

Kamis, 12 November 2021 - 10:37 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru