In Memoriam Hermansjah, Wartawan Senior Medan; SEMPAT BERKACA DI ISTANA SIAK

Catatan: H. Dheni Kurnia

Minggu, 02 Oktober 2022 - 10:13 WIB Sastra

Berita Terkait

In Memoriam Hermansjah, Wartawan Senior Medan; SEMPAT BERKACA DI ISTANA SIAK Dok. H Dheni Kurnia Almarhum Hermansjah dan Dheni Kurnia di Istana Siak Sri Indrapura

DULU, dia memanggil saya,; Abang. Karena saya memang lebih tua darinya tiga tahun. Setelah saya terpilih menjadi Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Riau (2007-2017) dia memanggil saya, Ketua.

Tahun 2015, saat dia terpilih menjadi Ketua PWI Sumatera Utara, saya pun memanggilnya Ketua. "Selamat Herman, eh ketua," kata saya ketika dia dilantik Margiono (Alm) , Ketua PWI Pusat waktu itu. 

Panggilan ini, sekarang dah tak ada lagi. Hermansjah yang saya panggil Ketua itu, meninggal dunia Jumat 30 September 2022 pagi, karena komplikasi penyakit. Jantungnya sudah dibantu ring, tensinya juga tinggi. Nafasnya sesak. Selain asam urat dan asam lambung yang dideritanya. 

Meski saya tinggal di Pekanbaru, dan Herman tinggal di Medan, kami berteman baik. Kami sering kontak dengan kata sandi "Ketua". Paling tidak, sekali dalam setahun, kami bertemu pada Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di berbagai kota di Indonesia. Saya selalu hadir di HPN, Hermansjah begitu pula. 

Kadang, sesama penguji UKW (Uji Kompetensi Wartawan) kami selalu bertemu. Karena Herman sering jadi penguji UKW di Riau. Begitu pula kalau kebetulan saya menguji UKW di Sumut, saya selalu dijamu macam-macam makanan oleh Herman. Mulai dari kepala ikan kakap,  durian montong, lepat Batubara, sampai pulangnya dia titip oleh-oleh Bika Ambon. 

Dia memang teman yang teramat baik. Dia juga wartawan senior yang bijak, hebat dan penuh pengalaman liputan. Dia memulai karir dari bawah di Harian Analisa Sumut. Mulai dari reporter tahun 1984. Sampai akhirnya menjadi pemimpin di media besar Medan tersebut. 

Pernah menjadi kordinator liputan Analisa  di Riau  tahun 2003 hingga 2006. Tak jarang pula dia ke Riau untuk memantau teman-temannya yang bertugas di Pekanbaru. Ketika dia ke Riau itulah saya banyak mengenal Hermansjah. Dia suka berteman dengan siapa saja. Tidak pelit, sering tersenyum dan penyabar. Meski terkadang dibohongi atau ditipu, dia tak pernah marah. Susah mencari teman seperti dia. 

Karena itu di akhir hayatnya, dia dipercaya menjadi Ketua PWI Sumut (2015-2021), mendapat penghargaan PCNO (Press Cart Number One) atau kartu wartawan nomor satu di Indonesia dan Penguji UKW Nasional. 

Saya sangat terkejut mendengar dia wafat. Meski saya tahu dia menimbun banyak penyakit, tapi dia biasa-biasa saja. Dia tetap bepergian kemana-mana. Di dalam maupun ke luar negeri, apalagi dia seorang penguji UKW yang tidak saja menguji di Medan, tapi bisa seluruh provinsi di Indonesia. 

Hermansjah meninggal umur 58 tahun di RS Royal Prima Medan. Hampir seribu orang menshalatkan jenazahnya setelah shalat Jumat. Kebaikannya selama hidup dibalas Allah SWT pada saat hari kematiannya. Allah telah memanggilnya hari Jumat di saat umat Muslim pada hari itu melaksanakan ibadah Jumat. Usai shalat orang yang kenal maupun tidak, ikut menshalatkan jenazah dan mendoakannya. Hermansjah dimakamkan di Pemakaman Bromo Medan, di dekat rumahnya. 

Kabar meninggalnya Herman, tak hanya sampai Riau. Tapi juga membuat Ketua PWI Pusat Atal S Depari dan pengurus PWI lainnya, sangat terkejut. "Kami benar-benar kehilangan atas kepergian Hermansjah. Tidak mendengar sakitnya, tiba-tiba ada kabar dia meninggal,” kata Atal.

Menurut Atal, Hermansjah merupakan pribadi yang hebat, ringan kaki, peduli pada pendidikan wartawan, dan peduli pada kehidupan sosial serta kesejahteraan wartawan. Dia bisa jadi contoh wartawan di Indonesia," tambah Atal. 

Sedang menurut Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang, sepintas almarhum sepertinya tidak menyimpan penyakit. Dia orang yang periang dan cekatan, selain suka tersenyum. 

"Dia juga mengenal banyak nara sumber dan pejabat. Baginya tak ada yang tak bisa. Suatu kali saya terlambat check in di bandara Kualanamu ketika mau kembali ke Jakarta. Penumpang sudah boarding, koper tidak bisa diangkut. Entah bagaimana cara Herman, koper saya bisa disusulkan. Digotong seorang petugas langsung masuk pesawat," ujarnya mengenang Hermansjah. 

Bagi Wartawan Senior dan Ahli Pers di Sumut, Ronny Simon, kepergian Hermansjah memang mengejutkan. Karena tak banyak orang tahu dia sakit. Dia selalu terlihat sehat dan segar. Karena itu kepergiannya mengejutkan banyak orang," kata mantan Ketua PWI Sumut ini. Ditambahkan Ronny, almarhum yang bertubuh gempal ini, meninggalkan seorang istri dan empat anak. Dua di antaranya sudah berumah tangga.

Menurut Ronny, almarhum sampai ajalnya, sangat peduli dengan PWI dan anggotanya. Sebagai Ketua PWI Sumut, dia terus menggagas berbagai pelatihan dan keterampilan jurnalistik wartawan di Medan. Dia selalu mengatakan, wartawan tidak boleh bodoh. Wartawan mesti pintar. Jangan ada yang selalu kena pukul, kena siksa oknum pejabat atau aparat. 

"Medan ini kan keras. Selalu saja ada wartawan yang dianiaya, dipukul, bahkan dibunuh. Hermansjah sangat peduli soal ini. Makanya dia selalu mendorong wartawan harus pintar dan kompeten dengan ikut UKW. Sejak jadi ketua PWI Sumut, sudah 500 lebih wartawan yang ikut UKW," jelas Ronny. 

Sayang, tambah Ronny, tahun lalu Herman kalah pada pemilihan ketua PWI Sumut untuk kedua kali. Saat ini PWI Sumut dipimpin generasi muda wartawan, Farianda Sinik. "Mudah-mudahan kepedulian Hermansjah tentang pendidikan wartawan dan kekerasan pada wartawan bisa diatasi Farianda," Ronny berharap. 

#Berkaca di Istana Siak#

Pertengahan 2016 almarhum Hermansjah saya ajak jalan-jalan ke Kabupaten Siak Sri Indrapura usai pelatihan UKW di Pekanbaru. Kami pergi dengan dua buah mobil. Satu mobil, saya dan Herman bersama Atal S Depari (kini Ketua PWI Pusat), Sasongko Tedjo (kini Sekretaris DK PWI) dan Sayid Iskandar (kini Ketua PWI Jaya). Mobil yang satunya, berisi beberapa penguji lain dan pengurus PWI Riau. 

Di Siak, kami hanya jalan-jalan, makan, beli oleh-oleh, serta berkunjung ke Makam Sultan Syarif Qasim II (Sultan terakhir Siak) dan Istana Siak, Asserayyah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur. Di dalam istana selain terdapat peninggalan sultan, juga terdapat sebuah kaca hias yang terbuat dari kristal. 

Cermin hias ini, kata penjaga istana, salah satu magnet yang membuat orang berkunjung ke Siak. Karena selain bentuknya kuno dan menarik, cermin ini adalah milik Permaisuri Sultan Syarif Qasim II yang bernama Tengku Sultanah Agung.

Cermin kristal ini dibuat sekitar tahun 1889. Terletak di sudut ruangan utama, tempat para pejabat kerajaan melakukan pertemuan. Konon, kata dongeng kerajaan, siapa yang bercermin di kaca ini, jika dia perempuan akan secantik permaisuri. Dan jika dia lelaki, akan segagah dan serapi Sultan Syarif Qasim II. Bahkan ada pula legenda yang berkisah, siapa yang berkaca di kristal ini, akan awet muda, panjang umur dan akan berubah baik perangainya. 

Hermansjah, termasuk pengunjung yang tertarik dengan cerita ini. Lalu diapun bergaya di depan cermin. Dia mulai tersenyum dan bicara dengan logat Medan, "Mudah-mudahan awak bisa jadi gagah, panjang umur dan parlente seperti Sultan Siak ni," ujarnya saat itu. Teman-teman yang mendengar ikut tertawa, meski ada beberapa orang dari rombongan yang ikut berfoto dan bergaya di depan cermin. 

Begitulah! Hermansjah memang sudah pergi mendahului teman-teman yang menunggu giliran. Legenda cermin hias di Siak, ternyata tidak menjamin umurnya. Hanya Allah SWT yang tahu kapan waktunya kita akan diambil. Tapi kebaikan dan kepedulian almarhum Hermansjah, memang sulit untuk dilupakan. 

Dalam September ini, setidaknya sudah empat wartawan senior meninggal dunia. Kepergian mereka sangat mengejutkan  dunia pers Indonesia. Karena mereka dikenal sebagai wartawan yang hebat dan tekun di dunianya. Bahkan Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, yang baru saja  dilantik Presiden Jokowi,Mei 2022, meninggal dunia di Malaysia 18 September lalu. Alfatihah! *

H. Dheni Kurnia: Mantan Ketua PWI Riau, Penguji UKW PWI dan kini Ketua JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia) Provinsi Riau.

Minggu, 02 Oktober 2022 - 10:13 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru