Lomba Gudep Ramah Lingkungan,

Tim Penilai Kwarda Pramuka Riau Lakukan Penilaian di UPT SMPN 4 Siak Hulu

Jumat, 04 November 2022 - 01:29 WIB Lingkungan

Berita Terkait

Tim Penilai Kwarda Pramuka Riau Lakukan Penilaian di UPT SMPN 4 Siak Hulu Andi dr. Febriandi Efda Putra saat menyampaikan beberapa poin yang berkaitan dengan Lomba Gudep Ramah lingkungan.

KAMPAR - Tim penilai lomba Gugus Depan (Gudep) Ramah Lingkungan tingkat Provinsi Riau melakukan kunjungan ke UPT SMPN 4 Siak Hulu, Kamis (3/11/2022) pagi. Kunjungan tim ini dalam rangka melakukan penilaian di sekolah tersebut.

Dalam kegiatan yang berlangsung di aula SMPN 4 Siak Hulu ini, tampak hadir Kepala UPT SMPN 4 SIak Hulu yang juga Kamabigus 03061-03062, M. Hujani, S.Pd, M.Pd, Korwil Siak Hulu, Muryati, S.Pd, M.Pd yang juga Kakawarran Siak Hulu, empat anggota tim penilai dari Kwarda Pramuka Riau dan dari Kwarcab Pramuka Kampar, Rasul Pratama Mulya.

Dalam penyampaiannya, Sekretaris Bidang Abdimas Gana dan LH Kwarda Pramuka Riau, dr. Febriandi Efda Putra menyampaikan beberapa poin yang berkaitan dengan lomba Gudep Ramah Lingkungan. Lomba ini merupakan salah satu kegiatan Kwartir Daerah (Kwarda) Riau yang merupakan salah satu poin Dasa Darma Pramuka, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Lomba ini adalah keinginan mengimplementasikan pin Dasa Darma tersebut, "bahwa adik-adik kita di Pramuka cinta lingkungan serta mengimplementasikan Dasa Darma Pramuka poin kedua tadi," tutur dr. Febriandi.

Kegiatan ini sebut dr. Febriandi berafiliasi dengan Adiwiyata yang dilaksanakan di sekolah masing-masing. Di Indonesia, penilaian yang pertama kali dilakukan ini akan menjadi percontohan untuk daerah lainnya di Indonesia.

Adapun beberapa indikator penilaian dalam lomba ini, pertama komponen kebijakan Gudep, visi misi Gudep yang berhubungan dengan kegiatan ramah lingkungan, termausk program kerja yang ramah lingkungan. Kedua, indikator kurikulum, seperti memilah, mengolah dan menbgelola sampah dan sebagainya, termasuk mengurangi emisi karbon juga peduli hidup sehat. Ketiga, indikator komponen kemitraan, di mana Gudep berafiliasi dengan stakeholder di luar gudep untuk menyukseskan program ramah lingkungan.

Indikator keempat yakni sarana dan prasarana dan terakhir, kelima yakni indikator media dan dokumentasi sebagai publikasi bahwa Gudep tersebut telah melakukan kegiatan ramah lingkungan.

Tujuan akhir lomba ini adalah implementasi cinta alam dan kasih sayang dalam Dasa Darma Pramuka. Bahwa peserta didik maupun pembina bisa menjadi pioner dan menjadi contoh untuk orang-orang yang ada di sekitarnya. Di mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, sekolah bahkan untuk lingkungan masyarakat.

Kamabigus 03061-03062 SMPN 4 Siak Hulu, M. Hujani dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dn hormat atas kehadiran tim penilai serta tamu lainnya di SMPN 4 Siak Hulu. Sekolah ramah lingkungan pada prinsipnya adalah kepedulian sekaligus kebesaran sekolah sebagai wadah pendidikan. Melihat situasi dan kondisi banyaknya terjadi bencana adalah sebagai dampak dari permasalahan lingkungan. Baik itu berkenaan dengan masalah pembuangan serta pengelolaan sampah.

"UPT SMPN 4 SIak Hulu mengambil bagian dengan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik, khususnya yang terlibat dalam kepramukaan, dengan harapan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menyosialisasikan ke tengah keluarga dan masyarakat," terang Hujani.

Sehingga dari lingkungan sekolah dapat memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. UPT SMPN 4 Siak Hulu telah melakukan berbagai kegiatan yang berkenaan dengan kepedulian lingkungan.

Di antaranya, pertama, agar anak-anak agar mengetahui bahwa dalam proses pengelolaan sampah ada tiga yang penting untuk difahami, yakni sampah organik, anorganik dan sampah timbal atau sampah berat. Di UPT SMPN 4 Siak Hulu, telah tersedia tiga jenis tong sampah yang dibuat oleh anak didik dari barang bekas, yakni tong berwarna hijau untuk sampah organik, kuning anorganik dan tong merah untuk sampah timbal.

Selanjutnya, para siswa disiapkan bagaimana dapat menyosialisasikan apa yang didapat dari kegiatan tadi di tingkat OSIS, bahwa pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Tak hanya pada kegiatan OSIS, namun juga pada kegiatan-kegiatan lain khususnya lagi kepramukaan setiap minggu.

Di UPT SMPN 4 Siak Hulu juga dibentuk Polisi Lingkungan Sekolah yang bertugas mengawasi teman-teman apabila membuang sampah tidak pada tempatnya. Dalam hal ini akan diberikan teguran dan catatan untuk selanjutnya akan diberikan arahan dan pembinaan.

Sampah-sampah yang terkumpul dari tiga jenis tong sampah tadi, dari tong organik akan dijadikan kompos pada wadah pembuatan kompos yang telah disediakan. Dalam hal ini anak didik terlibat di dalamnya. Kompos yang sudah jadi ini digunakan untuk tanaman-tanaman yang ada di lingkungan UPT SMPN 4 Siak Hulu bahkan dapat dijual. Kompos ini juga sudah berhasil dipasarkan kepada guru dan orang tua siswa.

Selanjutnya, sampah anorganik yang tak bisa diurai juga dimanfaatkan oleh para siswa dan adik pramuka menjadi sesuatu yang bernilai. "Seperti misalnya hiasan bunga yang ada di ruangan ini," sebut Hujani sembari menunjuk ke salah satu karya anak didiknya di ruangan tersebut.

"Adik-adik pramuka ini dilibatkan, karena mereka adalah ujung tombak dalam kegiatan peduli lingkungan ini untuk menyosialisasikan kepada teman-temannya, atau menjadi tutor sebaya," ujar Hujani lagi.

Dalam hal penghematan energi, UPT SMPN 4 Siak Hulu telah berupaya semaksimal mungkin. Untuk lampu misalnya, sekitar 95 persen telah menggunakan lampu LED yang hemat energi listrik.

UPT SMPN 4 Siak Hulu juga berkolaborasi dengan berbagai instansi, seperti kemitraan dengan beberapa pelaku usaha. Salah satunya yakni pabrik tahu yang berada tak jauh dari sekolah. Di sini para siswa mempelajari kewirausahaan. Hal ini berkaitan dengan penerapan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dalam Kurikulum Merdeka.

UPT SMPN 4 Siak Hulu juga membangun kemitraan yang tertuang dalam MoU dengan pihak Puskesmas Pandau Jaya. Secara kontinu pihak Puskesmas berkunjung ke sekolah untuk memantau kesehatan para siswa.

Masih terkait dengan kegiatan ramah lingkungan, setiap hari Sabtu sekolah melaksanakan kegiatan, yakni Sabtu Bersih. Pada hari itu dilakukan berbagai kegiatan, seperti gotong royong. Di hari itu para siswa dan adik-adik pramuka juga memisahkan sampah-sampah dari tiga jenis tong yang ada.

Terakhir, yang tak kalah penting adalah kolaborasi dengan tim Adiwiyata sekolah. Dari kolaborasi inilah dibangun konsep kepedulian lingkungan yang lebih besar yang dilakukan oleh adik-adik Pramuka.

"Sarana untuk itu kita sudah siapkan, seperti green house, ini berkenaan dengan proses pembelajaran, di mana terdapat tanaman yang dimulai dari kegiatan pembibitan, penanaman dan pemeliharaan, ini dilaksanakan anak didik di setiap kegiatan ekstra kurikuler" tutur M. Hujani.

Lagi, Kamabigus 03061-03062 UPT SMPN 4 Siak Hulu berharap sisi terkecil yang dilakukan anak didiknya ini memberikan dampak besar terhadap lingkungan, baik di lingkungan sekolah, masyarakat Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar hingga ke lingkup yang lebih besar lagi.

Masih di kesempatan yang sama, Muryati, S.Pd, M.Pd, Korwil Pendidikan Siak Hulu yang juga Ka Kwarran Pramuka Siak Hulu memberikan mengapresiasi pimpinan serta tim UPT SMPN 4 Siak Hulu. Dari 12 SMPN yang ada di Siak Hulu yang terpilih untuk mewakili Kampar dalam lomba ini.

Muryati berharap tim penilai Lomba Sekolah Ramah Lingkungan dari Kwarda Pramuka Riau dapat melakukan penilaian di sekolah ini tanpa ada intervensi dari pihak manapun."Akan ada guide yang akan membawa tim berkeliling untuk memberikan penilaian," tuturnya.

Ada empat orang tang tergabung sebagai penilai lomba sekolah ramah lingkungan tingkat Provinsi Riau ini, yakni Mahadi S.Sos, SH, M.I.Kom, dr. H. Febriandi Efda Putra, Yuherlis, M.Pd dan Ismed Ainuni, S.Ag.(Andi)

Jumat, 04 Oktober 2022 - 01:29 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru