Ini Penyebab Kanker Pankreas yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Kamis, 05 Januari 2023 - 22:09 WIB Kesehatan

Berita Terkait

Ini Penyebab Kanker Pankreas yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Pengobatannya Ilustrasi sel kanker yang tumbuh di pankreas

JAKARTA Penyebab kanker pankreas penting untuk diketahui sejak dini. Kanker pankreas adalah gangguan kesehatan berupa adanya pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada jaringan pankreas. Kanker ini daat dikatakan sebagai penyakit yang mematikan.

Penyebab kanker pankreas dapat terjadi karena beberapa faktor, mulai dari gaya hidup hingga riwayat dari keluarga. Dengan mengetahui penyebab kanker pankreas, maka penderita bisa dengan tepat untuk mengobatinya.

Gejala yang umum terjadi pada penderita kanker pankreas adalah kulit dan mata menguning, penurunan berat badan secara drastis, hingga muntah secara terus menerus. Apabila, anda mengalami gejala tersebut, segeralah untuk berkonsultasi ke dokter.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai penyebab kanker pankreas beserta gejala dan pengobatannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/1/2023).

Mengenal Kanker Pankreas


Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di pankreas mengembangkan mutasi pada DNA. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel normal mati. Sel-sel ini dapat mengumpul dan membentuk tumor.

Kebanyakan kanker pankreas dimulai di sel-sel yang melapisi saluran pankreas. Kanker jenis ini disebut adenokarsinoma pankreas atau kanker pankreas eksokrin. Kanker dapat terbentuk dalam produksi hormon sel pankreas. Kanker jenis ini disebut kanker sel islet atau kanker pankreas endokrin.

Meskipun penyebab kanker pankreas belum diketahui, merokok adalah faktor risiko utama terjadinya kanker pankreas. Dengan perokok 2-3 kali, lebih mungkin untuk memiliki penyakit dibanding bukan perokok. Usia juga termasuk faktor pemicu, terutama bagi mereka yang berusia usia 45 tahun lebih. Diabetes juga berhubungan dengan kanker pankreas, dengan sekitar 10% -20% orang yang didiagnosis kanker memiliki diabetes.

Risiko lainnya termasuk pankreatitis kronis dan sirosis hati. Dan riwayat keluarga kanker pankreas, diet lemak tinggi, obesitas, dan kurang olahraga juga bisa berperan sebagai pemicu kanker pankreas.

Gejala Kanker Pankreas


Dikutip dari laman Mayo Clinic, ada beberapa gejala atau tanda-tanda kanker pankreas yang bisa dikenali, antara lain:

1. Sakit perut bagian atas yang bisa menjalar ke punggung.

2. Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice).

3. Kelelahan.

4. Kehilangan selera makan.

5. Kotoran berwarna terang.

6. Kencing berwarna gelap.

7. Penurunan berat badan secara drastis.

8. Penggumpalan darah di dalam tubuh.

9. Kulit yang gatal.

10. Diabetes baru atau yang memburuk.

11. Mual dan muntah berlebihan.

Penyebab Kanker Pankreas


Mengutip dari laman Mayo Clinic, menurut beberapa peneliti menyatakan belum ada yang mengetahui secara persis penyebab kanker pankreas. Namun, penelitian telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhinya. Berikut beberapa faktor pemicu terjadinya kanker pankreas, antara lain:

1. Merokok

2. Diabetes

3. Peradangan kronis pada pankreas (pankreatitis)

4. Riwayat keluarga dengan sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch, dan sindrom familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM)

5. Obesitas

6. Usia yang lebih tua, karena kebanyakan orang didiagnosis setelah usia 65 tahun

7. Terpapar bahan kimia tertentu di lingkungan kerja

8. Terdapat kondisi yang berkaitan dengan cacat genetik, seperti Lynch syndrome dan Peutz-Jeghers syndrome.

Pengobatan Kanker Pankreas


Adapun beberapa pengobatan yang bisa dijalani oleh penderita kanker pankreas adalah:

1. Operasi

Operasi adalah pengobatan kanker tahap awal hingga stadium 4, yang paling direkomendasikan. Apabila sel kanker berada di kepala pankreas, operasi yang dijalani adalah Whipple (pancreaticoduodenectomy).

Sementara operasi kanker pankreas di tubuh dan ekor pankreas disebut dengan pankreatektomi distal. Pankreas juga bisa diangkat secara menyeluruh, bahkan mengangkat juga pembuluh darah di sekitar bagian yang terkena sel kanker Efek samping yang mungkin terjadi setelah operasi kanker pankreas ini adalah perdarahan dan infeksi.

2. Kemoterapi

Cara mengobati kanker pankreas selanjutnya adalah dengan kemoterapi, yakni dengan menggunakan obat-obatan pembunuh sel kanker. Obat yang biasa digunakan dalam pengobatan kanker yang belum menyebar adalah:

a. Gemcitabine (Gemzar).

b. 5-fluorouracil (5-FU).

c. Oxaliplatin (Eloxatin).

d. Albumin-bound paclitaxel (Abraxane).

e. Capecitabine (Xeloda).

f. Cisplatin.

g. Irinotecan (Camptosar).

Jika sudah menyebar, obat yang direkomendasikan dalam kemoterapi adalah:

a. Gemcitabine (Gemzar).

b. 5-fluorouracil (5-FU) or Capecitabine (Xeloda).

c. Irinotecan (Camptosar) or Liposomal Irinotecan (Onivyde).

d. Platinum agents : Cisplatin and Oxaliplatin (Eloxatin).

e. Taxanes: Paclitaxel (Taxol), Docetaxel (Taxotere), and Albumin-bound paclitaxel (Abraxane).

Efek samping kemoterapi yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, diare, rambut rontok, berat badan turun secara drastis, dan luka pada mulut.

3. Radioterapi

Selain kemoterapi, penyakit kanker ini juga bisa diobati dengan radioterapi. Pengobatan ini mengandalkan sinar radiasi untuk mengecilkan ukuran tumor dan membunuh sel kanker. Efek samping yang mungkin terjadi dari radioterapi adalah masalah kulit, mual dan muntah, serta tubuh kelelahan.

Pencegahan Kanker Pankreas


Mengutip dari laman Mayo Clinic, Anda dapat mengurangi risiko kanker pankreas jika Anda:

1. Berhenti merokok

Apabila anda perokok aktif, cobalah untuk berhenti. Bicaralah dengan dokter Anda tentang strategi untuk membantu Anda berhenti, termasuk dengan menggunakan obat-obatan dan terapi penggantian nikotin.

2. Pertahankan berat badan yang sehat

Jika berat badan Anda sehat, berusahalah untuk mempertahankannya. Jika Anda perlu menurunkan berat badan, targetkan penurunan berat badan secara perlahan dan stabil, misal 1 hingga 2 pound (0,5 hingga 1 kilogram) dalam seminggu saja. Kombinasikan olahraga harian dengan pola makan yang kaya sayur, buah, dan biji-bijian utuh dengan porsi lebih kecil untuk membantu menurunkan berat badan.

3. Pilih pola makan yang sehat

Pola makan yang penuh dengan buah-buahan dan sayuran berwarna serta biji-bijian dapat membantu mengurangi risiko kanker, termasuk kanker pankreas.


(sumber: liputan6.com)

Kamis, 22 Juni 2020 - 22:09 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru