Mengenal Musik Nasyid

Nasyid, Senandung Bernafaskan Islam

Minggu, 02 April 2017 - 12:37 WIB Sastra

Berita Terkait

Nasyid, Senandung Bernafaskan Islam republika.prayogi Peserta lomba nasyid menunjukan kemampuannya saat mengikuti lomba nasyid, marawis dan qosidah tingkat Jakarta Utara di Jakarta Islamic Centre, Kamis (20/8).

JAKARTA - Nasyid mengambil akar kata dari bahasa Arab Ansada Yunsidu, yang artinya senandung. Jika dipersempit, artinya menjadi senandung yang bernapaskan Islam. Genre musik religi ini sebenarnya memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia Islam.

Ketua Komisi Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Habiburrahman el-Shirazy mengungkapkan, secara luas nasyid mempunyai arti bernyanyi.  Orang bernyanyi sudah ada sejak manusia diciptakan karena berkaitan dengan apa yang disuarakan manusia.

"Kemudian, kalau masuk ke zaman Rasulullah atau sebelumnya bahkan kalau di Arab, syair itu seringkali dinyanyikan. Maka, sebelum Rasulullah pun itu sudah ada," ujar Kang Abik, sapaan akrabnya saat berbincang dengan Republika, Sabtu (25/3).

Syair-syair indah tetap dinyanyikan ketika zaman  Rasulullah. Misalnya, kata Kang Abik, ketika Rasulullah datang ke Madinah, para sahabat Ansor waktu itu menyambutnya dengan bernasyid. Mereka mengumandangkan syair "Thala’al Badru ‘Alaina".

Tradisi nasyid terus berlanjut hingga masa para sahabat. Mereka bernasyid dengan cara yang baik, yaitu bertujuan mengingatkan kepada Allah SWT. Dalam Islam, menurut Kang Abik, cara tersebut diperbolehkan.

Namun, bernyanyi dengan cara baik ataupun dibumbui hal yang buruk sudah terjadi dari zaman ke zaman. Karena itu, Kang Abik tidak heran adanya nyanyian yang dinyanyikan dengan cara baik ataupun buruk.

"Sejak zaman purba seperti itu ada, zaman Yunani ada," kata penulis novel best seller Ayat-Ayat Cinta itu.(ROL)

Minggu, 02 April 2017 - 12:37 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru