Muslim Uighur: 1 Juta Anak Dididik Pemerintah China dengan Komunisme

Sabtu, 12 Januari 2019 - 21:23 WIB Mancanegara

Berita Terkait

Muslim Uighur: 1 Juta Anak Dididik Pemerintah China dengan Komunisme (FOTO: ADHIM MUGNI MUBAROQ/KUMPARAN) Perwakilan masyarkat Uighur sumbang korban bencana Selat Sunda sebesar USD 20 ribu melalui ACT.

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sekitar satu juta umat Islam di Uighur Provinsi Xinjiang, China, telah ditahan oleh pemerintah China.

Namun menurut Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk, penahanan terhadap muslim Uighur lebih dari satu juta orang. Ia menyebut ada sekitar tiga sampai lima juta yang ditahan, dari total 35 juta masyarakat Uighur.

"Dalam hitungan, PBB mengeluarkan angka tahanan adalah satu juta, akan tetapi menurut data kita, jumlahnya tiga sampai lima juta orang. Mereka ditahan, mendapatkan perlakuan yang keji, ditindas, lebih kejam dari NAZI," kata Seyit saat diskusi 'Kesaksian dari Balik Penjara Uighur' di Restoran Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1).

Menurutnya, selain penindasan, pemerintah China juga telah menjauhkan Islam dan kebudayaan Uighur dari anak-anak mereka. 

"Sekitar satu juta anak dididik dalam ideologi komunis untuk jadi kader-kader mereka," ujarnya. 

Menurutnya, perlakuan yang kejam dan berbagai pelarangan dari pemerintah China diberikan ke muslim Uighur. Muslim Uighur dilarang melakukan bentuk ibadah apapun.

"Dilarang salat, puasa, memiliki jenggot, segala bentuk ibadah dilarang. Kalau dilakukan maka dicap teroris, ditangkap dan ditahan. Bagi pemerintah komunis China, semua umat muslim adalah teroris. Itu berbeda pengertian teroris dari seluruh dunia," tegasnya.

"Mereka juga dipaksa minum bir," sambungnya. 

Selain itu, Seyit mengatakan, pemerintah China menjalankan 'proyek persaudaraan'. Menurutnya, dalam proyek ada masyarakat China yang disimpan di setiap rumah di muslim Uighur. 

"Di sana orang China menguasai rumah dan muslim Uighur tidak bisa melawan. Proyek itu untuk mengontrol muslim Uighur," katanya.

Kendati perlakukan terhadap masyarakat Uighur terjadi, Seyit menuturkan, pemerintah China masih saja mengelak. Padahal PBB sudah menyatakan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh China. Ia pun mengaku siap membuktikan bahwa China telah melakukan pelanggaran.

Selain itu, Seyit menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukung muslim Uighur. Ia menyatakan dukungan masyarakat Indonesia yang sampai ke jalan, membuat Dubes China di Indonesia pun mengeluarkan penjelasan versi pemerintah China.

Ia meminta juga seluruh dunia untuk ikut mendukung penghentian penyiksaan terhadap muslim Uighur. 

"Saya sampaikan peringatan ini, tentang ancaman China dan saya terima kasih atas solidaritas Indonesia yang berada di samping kami," pungkasnya.

Sebelumnya, Dubes China untuk Indonesia Xiao Xien sebelumnya menegaskan, pemerintah China memberikan jaminan kebebasan beragama dan berpendapat kepada seluruh masyarakat muslim di sana. Hal itu juga berlaku untuk suku Uighur di Xinjiang.
 
"Mengenai isu kamp, ada satu hal yang saya titikberatkan, China adalah negara multi suku dan agama, hal ini mirip dengan Indonesia. Komunikasi pun kami menghormati hak kebebasan beragama yang dilindungi oleh undang-undang di China, masyarakat di sana bisa terbuka menikmati kebebasan," kata Xien dalam kunjungannya di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

(kumparan.com)

Sabtu, 01 September 2017 - 21:23 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru