6 Kilometer Jalinprov Di Sontang Rohul Rusak Parah

Senin, 14 Januari 2019 - 13:19 WIB Pemerintahan

Berita Terkait

6 Kilometer Jalinprov Di Sontang Rohul Rusak Parah ys/rec Kades Desa Sontang, Zulfahrianto, SE Saat Memantau Perbaikan Jalinpriv Duri-Rohul

ROKAN HULU, kabarmelayu.com - Empat bulan belakangan ini kondisi jalan lintas provinsi sepanjang 6 kilometer di Desa Sontang kecamatan Bonai  Darussalam kabupaten Rokan Hulu rusak parah. 

Kepala Desa Sontang Zulfahrianto, SE merasa resah. Pasalnya kalau jalan itu dibiarkan rusak, ekonomi masyarakat Desa bakal terganggu. 

Menurut Zulfahrianto yang biasa dipanggil Anto Kades ini, hanya itu satu-satunya akses jalan yang dipakai oleh masyarakat untuk melansir hasil sawit ke peron atau ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Hutahaean atau ke PT PIS II, akan menjadi terhambat akibat buruknya medan jalan.

"Untuk Kecamatan Bonai Darussalam Ini penduduknya sekitar 19.426 jiwa. Semua bergantung pada jalan ini," kata Anto Kades kepada riaueditor.com saat memantau perbaikan jalan lintas yang menghubungkan Kota Duri-Rohul itu, Ahad (13/1/2019). 

Bukan tidak terpikir oleh Zulfahrianto memakai duit Dana Desa atau Alokasi Dana Desa untuk memperbaiki jalinprov itu. Tapi dia takut akan bermasalah dengan hukum, sebab dari status jalan, uang semacam itu haram dipakai ke sana. 

Itulah makanya, jalan satu-satunya dia berharap agar Pemprov Riau untuk mau segera mengaspal jalan itu. Atau minimal Perusahaan yang berdomisili disini mau turun tangan. Sebab sehari-hari kenderaan milik perusahaan juganya yang melintas di jalan itu, mengangkut kepala sawit CPO.

"Kalau secara aturan kan, jalan ini wewenang Pemprov Riau. Makanya saya tidak berani mengalokasikan Dana Desa ataupun Alokasi Dana Desa untuk membenahi jalan yang rusak parah ini. Desa kita memang punya alat eskapator, dan sudah di datangkan ke sini. Yaa, hanya sebatas meratakan aja kemudian ada kita sumbangkan tanah 50 truk. Yang paling parah memang dari Simpang Kumu - Sontang inilah," katanya. 

Hingga saat ini kata Anto Kades, sejumlah perusahaan yang ada di sana belum melakukan apapun termasuk soal pemeliharaan jalan lintas Desa Sontang itu. 
"Kita tidak tau apa alasan mereka kok belum ada tindakan mereka," jelasnya. 

"Jika seperti ini, seharusnya perusahaan sudah sepantasnya menjalankan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Desa-Desa sekitar termasuk Desa Sontang ini meskipun ini jalan lintas Provinsi. Inikan jelas bahwa, satu-satunya akses jalan ya cuman ini. Sebab jika turun hujan kenderaan sama sekali tak bisa lewat, jika kemarau jalan ini berdebu dan rentan terjadi lakalantas," katanya. (yahya siregar)

Senin, 21 Desember 2016 - 13:19 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru