Gempa 6 SR Mentawai Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

Sabtu, 02 Februari 2019 - 20:57 WIB Opini

Berita Terkait

Gempa 6 SR Mentawai Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia Photo : USGS Ilustrasi gempa Sumbar.

Gempa tektonik 6,0 skala richter yang mengguncang kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu, 2 Februari 2019, termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal. Penyebabnya, akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyebut aktivitas subduksi itu merupakan zona lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Dari data BMKG, episenter gempa bumi yang dimutakhirkan menjadi 6.1 ini terletak pada koordinat 2,92 LS dan 99,98 BT. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 105 kilometer arah tenggara Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Gempaini didahului oleh gempa bumi dengan kekuatan 5,3 SR dalam rentang 24 menit.

"Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," ujar Rahmat.

Rahmat menambahkan, berdasarkan laporan, guncangan gempa bumi kali ini dirasakan sejumlah wilayah di Sumatera Barat yakni, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Padang Pariaman, Painan dan Kepulauan Mentawai. Hingga kini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 17.00 WIB, monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 10 kali, dengan kekuatan magnitudo terbesar 4.7 SR. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang," ujarnya.

(viva.co.id)

Sabtu, 27 Agustus 2017 - 20:57 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru