Diskes Bengkalis Sosialisasi ke Sekolah Terpapar Asap

Kamis, 28 Februari 2019 - 20:17 WIB Kesehatan

Berita Terkait

Diskes Bengkalis Sosialisasi ke Sekolah Terpapar Asap Diskominfotik Bengkalis Foto: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, SKM usai sosialiasi bersama lurah dan kepala desa.

RUPAT, kabarmelayu.com - Bertempat di aula Kantor Camat Rupat, Rabu 27 Februari 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis menggelar sosilasiasi penanganan asap dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bagi sekolah dan rumah tangga di daerah yang terpapar dengan asap.

“Sasaran sosialisasi di Rupat, karena kawasan itu sangat parah terkena dampak kabut asap,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, dr. Ersan Saputra, TH yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, SKM, Kamis 28 Februari 2019.  

Menurut Alwizar, karhutla membawa dampak langsung, ekologi, ekonomi dan kesehatan. Ada lima level indeks pencemaran udara yang harus diketahui, tambah Alwizar, yaitu kategori baik dengan angka Indkes Standar Pencemaran Udara (ISPU) berkisar 0-50, kemudian kategori sedang (ISPU 51-100), kategori tidak sehat (ISPU 101-199), kategori sangat tidak sehat (ISPU 200-299), dan kategori berbahaya (ISPU 200-500).

Saat ini berdasarkan laporan dari tiga UPT Puskesmas yakni Batu Panjang, Lecah dan UPT Puskesmas Tanjung Medang (Kecamatan Rupat Utara) terdapat 124 penderita ISPA/ILI (Influenza Like Ilness).

Sebanyak 28 persen dari penderita tersebut dari golongan umur 22 tahun sampai 44 tahun. Kemudian 21 persen adalah balita (umur 1-4), 16 persen adalah anak-anak berumur 5 sampai 9 tahun, dan 9,7 persen terjadi pada umur dibawah 1 tahun.

Akibat yang akan ditimbulkan oleh asap ini, masih menurut Alwizar adalah terjadinya penyakit Ispa, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit jantung dan iritasi mata.

Kepada peseta sosialisasi Alwizar mengatakan perlu upaya yang nyata untuk mencegah partikel debu dan asap yang masuk bersama udara ke dalam rumah dan sekolah. Caranya memasang tirai/gordyn yang terbuat dari benang yang bukan berbahan nylon yang dibasahkan pada setiap jendela dan ventilasi sekolah dan rumah tangga dan secara berkala dilakukan pembasahan terhadap tirai/gordyn tersebut.

“Hal ini akan menyaring partikel debu dan asap, sehingga udara yang masuk ke dalam rumah/sekolah benar-benar bersih.” kata Alwizar mengakiri penjelasannya.

Sosialiasi dibuka Camat Rupat Hanafi, dihadiri Kepala UPT. Puskesmas Batu Panjang dr. Dahlia, Kepala UPT. Puskesmas Teluk Lecah dr. Nelya Sasmita,  Kepala UPT. Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Rupat, Kepala UPT di Lingkungan Kecamatan Rupat, Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Rupat serta tokoh-tokoh masyarakat.

Kegiatan ini diakhiri dengan mengunjungi Posko Pelayanan Kesehatan di Base Kamp Satgas Karhutla di Desa  Kampung Baru, Terkul.

Di sana Kepala Bidang P2P berdialog dengan Satgas dari Manggala Agni, TNI dan Polri tentang keluhan mereka selama menangani asap.

Alwizar menyampaikan pesan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Ersan Saputra, TH siap melayani keluhan penyakit dari Satgas dengan menyiapkan tenaga medis dan paramedis setiap harinya, obat-obatan, obat iritasi mata dan vitamin di Posko Pelayanan Kesehatan di Base Kamp bagi anggota satgas karhutla.(*)

Kamis, 01 November 2015 - 20:17 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru