Cerita WNI yang Selamat dari Penembakan di Christchurch

Jumat, 15 Maret 2019 - 19:14 WIB Mancanegara

Berita Terkait

Cerita WNI yang Selamat dari Penembakan di Christchurch Foto: AP Photo/Mark Baker Polisi sedang mengawal orang-orang ke luar masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Seorang WNI bernama Kevin berhasil menyelamatkan diri dari penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru. 

Kepada kumparan, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Selandia baru tersebut mengatakan, saat kejadian berlangsung ia sedang berada di Masjid Al-Noor. Dirinya bersama teman-temannya melaksanakan ibadah salat Jumat di tempat itu. 

Tak lama setelah itu, ketika khatib membacakan khotbah, Kevin mengaku mendengar suara keras dari arah pintu masuk masjid.

“Aku (salat Jumat) sama teman-teman bukan WNI,” kata Kevin ketika dihubungi kumparan, Jumat (15/3).

“Di dalam masjid lagi khotbah, 5 menit-10 menit awal mulai khotbah terus ada suara jedar-jedar, aku kira itu listrik konslet, tapi suaranya tetap terus-terusan gitu, orang langsung pada lari,” sambung dia.

Kevin mulai menyadari ada yang tidak beres ketika melihat orang-orang berlarian. Ia pun memutuskan untuk ikut berlari keluar masjid. Di luar masjid, Kevin bertemu dua orang Indonesia lainnya.

“Pas aku lari, baru ketemu sama dua orang Indonesia lainnya,” kata Kevin.

Setelah berhasil melarikan diri, Kevin langsung menuju kembali ke rumahnya. Ia mengatakan hingga saat ini kondisi di Christchurch masih belum stabil

“Semua masih lock down dan masih belum ada satu toko pun yang buka,” ujar Kevin.

“Masih belum kondusif, masih was-was,” ujarnya. 

Kevin mengaku hingga saat ini belum mendengar kabar keberadaan teman-temannya di Masjid tempatnya salat.

“Teman-teman belum tahu kondisinya gimana, masih belum ada kabarnya,” pungkasnya.

Aksi penembakan terjadi di dua masjid di Selandia Baru, yakni Masjid Al-Noor, Christchurch, dan Masjid Linwood Ave. 

Teror tersebut menewaskan 49 orang dan melukai puluhan lainnya. Sebanyak empat pelaku sudah ditahan, seorang di antaranya adalah WN Australia.

Hingga saat ini, tercatat 2 WNI yakni ayah dan anak ikut menjadi korban penembakan tersebut.

(kumparan.com)

Jumat, 15 Maret 2019 - 19:14 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru