Sedekahkan Gaji ke Si Miskin, Pak Guru Dapat Hadiah Rp14,2 Miliar

Senin, 25 Maret 2019 - 14:33 WIB Mancanegara

Berita Terkait

Sedekahkan Gaji ke Si Miskin, Pak Guru Dapat Hadiah Rp14,2 Miliar Photo : 108jakarta.com Ilustrasi guru mengajar.

Nasib baik menghampiri seorang guru sains di Kenya. Kebiasaannya menyedekahkan gajinya kepada orang-orang miskin, rupanya mendatangkan keberkahan kepadanya.

Seperti dilansir dari abc.net.au, Senin 25 Maret 2019, guru bernama Peter Tabichi itu mendapatkan hadiah 1 juta dolar AS, atau sekitar 14,2 miliar rupiah atas pengabdiannya di sekolah tempat dia mengajar. Hadiah itu bernama The Global Teacher Prize, yang dikelola yayasan The Varkey Foundation.

"Saya merasa luar biasa. Saya tidak bisa mempercayainya. Saya merasa sangat senang berada di antara guru-guru terbaik di dunia, menjadi yang terbaik di dunia," katanya setelah upacara penghargaan.

Tabichi mengajar di Sekolah Menengah Keriko di Desa Pwani. Sebanyak 80 siswa menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Disebutkan bahwa 95 persen murid hidup miskin dan 30 persen adalah yatim piatu atau dari keluarga orang tua tunggal. Masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba, kehamilan remaja dan pernikahan dini menyebabkan tingginya angka putus sekolah di daerah tersebut.

Tabichi pun berencana menggunakan uang hadiah itu untuk meningkatkan sekolah dan memberi makan orang miskin. Dia mengatakan meskipun ada tantangan yang dihadapi murid-muridnya, dengan kerja keras, keterampilan mereka meningkat.

"Saya sangat bangga dengan murid-murid saya," katanya.

Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, mengatakan kisah Tabichi adalah "cerita Afrika" dan salah satu harapan bagi generasi mendatang.

Penghargaan Guru Dunia diberikan oleh Varkey Foundation, yang didirikan oleh Sunny Varkey. Sunny juga merupakan pendiri perusahaan pendidikan GEMS yang yang mengelola 55 sekolah di Uni Emirat Arab, Mesir, dan Qatar.

Setelah lima tahun berjalan, penghargaan itu jadi salah satu hadiah yang paling didambakan dan bergengsi bagi para guru. Pemenang sebelumnya adalah seorang guru seni Inggris yang mengajar anak-anak dari etnis yang beragam, guru Kanada yang mendidik siswa pribumi di wilayah Kutub Utara dengan tingkat bunuh diri yang tinggi, dan guru Palestina yang membantu anak-anak pengungsi Tepi Barat yang trauma dengan kekerasan. 

(viva.co.id)

Senin, 26 Desember 2016 - 14:33 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru