7 Komplikasi Diabetes Ini Bisa Muncul dari Kepala Hingga Kaki

Minggu, 02 Juni 2019 - 19:03 WIB Kesehatan

Berita Terkait

7 Komplikasi Diabetes Ini Bisa Muncul dari Kepala Hingga Kaki Foto: Ist.

SALAH satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan komplikasi berbahaya adalah diabetes. Masalahnya adalah banyak orang di Indonesia yang tidak menyadari dirinya sudah mengalami diabetes. Padahal, jika sampai penyakit ini berujung menjadi komplikasi, maka risiko untuk mengalami kematian dini akan meningkat dengan signifikan.

Berbagai gejala diabetes yang harus kita waspadai

Memang, diagnosis diabetes baru bisa dilakukan setelah kita menjalani tes kesehatan, tepatnya tes kadar gula darah, namun bukan berarti kita tidak bisa mencurigai beberapa gejala dari penyakit ini.

Pakar kesehatan menyebut gejala yang paling jelas dari masalah kesehatan ini adalah peningkatan keinginan untuk minum dan terus merasa haus, lebih sering buang air kecil hingga membuat kita terbangun saat tidur malam, hingga peningkatan nafsu makan dengan drastis. Hanya saja, penderita diabetes justru mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk segera melakukan pengecekan kesehatan jika mulai mengalami gejala-gejala tersebut demi mencegah komplikasi diabetes yang bisa menyerang hampir semua bagian tubuh, dari kepala hingga ujung kaki kita.

Berbagai komplikasi diabetes

Ada banyak sekali komplikasi diabetes yang patut untuk diwaspadai. Komplikasi-komplikasi ini bisa saja menyebabkan dampak mematikan.

Berikut adalah komplikasi-komplikasi tersebut.

Penyakit kardiovaskular

Salah satu komplikasi paling umum yang menyerang penderita diabetes adalah penyakit jantung koroner. Selain itu, mereka juga memiliki risiko tinggi terkena stroke. Hal ini disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah akibat tingginya kadar gula darah. Jantung juga harus bekerja dengan jauh lebih keras demi mengalirkan darah yang memiliki kandungan gula tinggi. Hal ini membuat jantung lebih mudah mengalami kerusakan.

Retinopati

Retinopati diabetes adalah komplikasi yang menyerang mata. Karena alasan inilah banyak penderita diabetes mengalami penurunan penglihatan atau bahkan mengalami kebutaan. Tingginya kadar gula darah merusak pembuluh darah dan saraf yang menuju ke mata.

Gangguan ginjal
Salah satu organ tubuh yang paling menderita akibat diabetes adalah ginjal. Hal ini disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah akibat tingginya kadar gula darah. Salah satu pembuluh darah tersebut mengarah ke ginjal yang akhirnya bisa menyebabkan kerusakan organ ini.

Pakar kesehatan menyebut cukup banyak penderita diabetes yang harus merelakan ginjalnya tak lagi berfungsi dan harus rutin melakukan cuci darah demi bertahan hidup.

Hipoglikemia

Penderita diabetes juga rentan mengalami masalah hipoglikemia, kondisi yang membuat kadar gula darah anjlok hingga berada di bawah 70 mg/dL. Gejala dari komplikasi ini berupa tubuh yang lemas, gemetaran, hingga membuat disorientasi dan penurunan penglihatan. Jika kondisi ini tak segera ditangani, penderitanya bisa jatuh pingsan, kejang-kejang, hingga kehilangan nyawa.

Infeksi luka

Penderita diabetes sangat rentan mengalami infeksi pada luka. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang akhirnya membuat proses penyembuhan luka tidak bisa berlangsung dengan baik. Luka, meskipun awalnya hanyalah lecet kecil tak bisa sembuh dan akhirnya memicu infeksi bakteri. Jika kondisi ini tak ditangani dengan baik, akhirnya berujung pada datangnya amputasi.

Infeksi paru

Diabetes ternyata juga bisa menyebabkan komplikasi pada paru-paru. Hal ini disebabkan oleh terganggunya sistem kekebalan tubuh yang akhirnya membuat tubuh lebih rentan terkena bakteri. Risiko terkena infeksi paru atau tuberkulosis juga bisa meningkat.

Gangguan fungsi seksual

Rusaknya pembuluh darah juga bisa berimbas pada gangguan organ reproduksi. Sebagai contoh, pada pria, kerusakan pembuluh darah membuat mereka lebih rentan terkena impotensi. Sementara itu, wanita yang mengalami diabetes juga rentan mengalami masalah keputihan.

(doktersehat.com)

Minggu, 13 Januari 2018 - 19:03 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru