Uang Daftar Ulang di SMPN 3 Ujungbatu Dikeluhkan Puluhan Wali Murid

Kamis, 27 Juni 2019 - 18:55 WIB Pendidikan

Berita Terkait

Uang Daftar Ulang di SMPN 3 Ujungbatu Dikeluhkan Puluhan Wali Murid

UJUNGBATU, kabarmelayu.com - Puluhan Wali Murid SMP Negeri 3 Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu, Riau  mengeluhkan pungutan uang daftar ulang yang tergolong cukup besar senilai Rp 120.000. 

Pemungutan uang daftar ulang tersebut, dipertanyakan para orangtua siswa. Sebab, kata mereka ada yang tidak masuk akal pada penggunaan pungutan uang terlebih tidak adanya rapat orangtua siswa atau komite terlebih dahulu.

"Anak kami dipungut uang daftar ulang sebesar Rp 120.000. Kami heran, tanpa rapat terlebih dahulu sudah menetapkan Rp 120.000 per siswa. Itu juga tak ada di rapatkan dalam komite," sebut salah satu orangtua siswa SMP Negeri 3 Ujungbatu yang tidak mau disebutkan namanya di media, Kamis (27/6). 

Besaran uang daftar ulang, hampir setiap orangtua wali murid yang ada di Rokan Hulu terkhusus di kecamatan Ujungbatu salah satunya di SMP Negeri 3 contohnya. Puluhan wali murid tersebut dibuat pusing oleh Kepala Sekolah yang hanya memutuskan sepihak tanpa merapatkan kesepakatan bersama orangtua siswa.

Sebut saja Kemsu, salah satu orangtua siswa dari SMP Negeri 3 Ujungbatu itu menyebutkan tidak ada kesepakatan sama orangtua wali murid terkait pemungutan uang daftar ulang sebesar Rp120.000 tersebut apalagi rapat komite. Hanya saja kata kemsu, Kepsek Yeni Irmayati MPd itu hanya membuat kebijakan sendiri dan sekolah.

"Kami meresa berhak mempertanyakan uang pungutan daftar ulang tersebut. Karna harus jelas, pungutannya untuk apa. Anak kami kelas satu naik kelas dua di pungut Rp120.000 begitu juga kelas dua naik kelas tiga. Inilah yang jadi masalah buat kami para orangtua siswa," kata Kemsu.

Ia menambahkan, kalau hanya kesepakatan para guru saja untuk memungut uang itu tentu tidak bisa. Menurutnya, jika apapun pungutannya disekolah SMP Negeri 3 itu sudah seharusnya dirapatkan ke orangtua siswa terlebih dahulu, bukan membikin keputusan sepihak dengan para guru atau sekolah.

Ketika awak media ini menemui Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ujungbatu itu, Yeni Irmayati MPd, mengakui telah melakukan pemungutan uang sebesar Rp120.000 kepada murid, tapi bukan untuk daftar ulang. Yakni dari murid yang naik ke kelas dua dan murid yang kelas dua naik ke kelas tiga. Yeni mengaku, yang sudah membayar pungutan itu sudah 65 persen dari 200 lebih siswanya.

"Iya ada Rp120.000 per murid, tapi bukan uang daftar ulang. Pungutan yang Rp120.000 itu kita pergunakan untuk kegiatan sekolah. Bukan untuk uang daftar ulang," kata Kepsek SMP Negeri 3 Ujungbatu itu.

Selain itu kata Yeni, tidak adanya bantuan pemerintah kepada sekolah yang ia pimpin itu. Hingga ia mengaharuskan melakukan pemungutan, termasuk pemungutan uang untuk kegiatan sekolah yakni sebesar Rp120.000 itu kepada setiap murid tak terkecuali ada murid yang orangtuanya kurang mampu akan dibebaskan dari pungutan.

Ditempat berbeda, AD yang juga turut membayar uang daftar ulang sekolah anaknya tersebut. Mengatakan, persoalannya bukan seperti yang disampaikan Kepsek SMP Negeri 3 itu. Jika memang sekolah melakukan pungutan resmi dan jelas peruntukkannya tidak menjadi persoalan. 

"Jangan dibilang yang tak mampu tidak ikut membayar, terus orangtua siswa yang kurang mampu itu jika tak membayar mereka mau numpang kesiapa. Yang menutupi itu siapa, katanya dari sekolah atau guru dan perintah tak ada. Nah ini musti pair itu Kepala Sekolah, kita heran kok ada pula uang Rp120.000 untuk dana kegiatan sekolah," tegas AD.

Diujung telepon, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Ulya M.MPd, ketika di konfirmasi awak media ini, tegas mengatakan. Kepada seluruh Kepala Sekolah yang ada di Rohul jangan memandai-mandai dalam membikin kebijakan sendiri kepada siswa, termasuk mengenai pungutan.

"Sejak awal, kita sudah tekankan kepada seluruh Kepsek di Rohul untuk tidak membikin kebijakan pungutan diluar aturan yang ada. Kemudian jika ada Kepsek memandai-mandai kita sudah bicarakan ke Saber Pungli untuk menindak tegas Kepsek yang melakukan pungli itu," kata Kadisdik Ulya.

Terkait persoalan pungutan uang daftar ulang di SMP Negeri 3 Ujungbatu itu, berbeda dengan pengakuan Kadisdik Rohul, Ulya. Pihaknya telah mengkonfirmasi kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 3 itu bahwa pungutan uang daftar ulang siswa sebesar Rp120.000 tersebut tidak ada. Tapi anehnya, kepsek SMP Negeri 3 mengaku unang yang dipungut itu untuk kegiatan sekolah.

"Sudah kita hubungi Kepala Sekolah SMP Negeri 3 itu. Pungutan uang daftar ulang itu tidak ada. Mungkin ada pungutan yang langsung bersentuhan ke siswa kalau dirapatkan itu sah-sah saja," ujar Ulya. (yahya)

Kamis, 10 Mei 2018 - 18:55 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru