Tuntut PT Hutahaean, Faisal Nekat Pecahkan Gelas Di Kepala

GPMTT: Jika Tak Mampu Urus Warga, Kami Minta Bupati Sukiman Mundur

Jumat, 19 Juli 2019 - 20:10 WIB Peristiwa

Berita Terkait

Tuntut PT Hutahaean, Faisal Nekat Pecahkan Gelas Di Kepala yahya Foto: Salah satu peserta Demo Tuntut PT Hutahaean Tambusai Faisal Purba nekat pecahkan gelas di kepalanya sampai berdarah-darah. Foto yahya siregar

PS.PANGARAIAN, kabarmelayu.com - Aksi Unjuk Rasa, Gerakan Peduli Masyarakat Rohul (Gempar) dan Gerakan Pelajar Mahasiswa Tambusai Timur (GPMTT), Kamis (18/7/2019) Siang kemarin, tepat di kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) Pasirpengaraian, sempat di warnai Insiden berdarah. 

Salah Seorang Pengunjuk rasa bernama Faisal Purba “nekat” Memecahkan gelas ke kepalanya Sendiri hingga berdarah. Aksi ini dipicu lantaran ia jengkel karena Bupati Rohul H. Sukiman tidak kunjung Menemui Para Pengunjuk Rasa, yang berada di luar Pagar Kantor Bupati Rohul.
 
“Kepada Bupati Rokan Hulu, kalau tidak datang menemui kami. Kirimkan dia Roh-roh jahat, dan berikan roh-roh baik kepada kami” Ucap Faisal Sembari memukulkan gelas ke kepalanya sambil meneriakkan taqbir. 

Aksi Nekat Faisal ini, Sempat membuat Suasana Hening dan Mencekam. Emosi Faisal Semakin meninggi setelah darah bercucuran di wajahnya. Bahkan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Rohul Erpan Dedi Sanjaya tak kuasa menenangkan Emosi Faisal. 

“Ini yang diinginkan bapak bupati rohul, kita akan tumpahkan darah kita disni dan kita akan persembahkan untuk bupati rohul. Ini bukan darah ayam pak bupati, ini darah warga rohul yang datang menemuimu bapak bupati, kalau Bupati tak sanggup urusi masyarakat mundur aja dari jabatanmu,” Sambungnya lagi sambil mengistruksikan pengunjuk rasa lain untuk mendekat ke pagar Kantor Bupati yang telah dijaga Aparat Kepolisian dan Satpol PP itu. 

Sempat Berorasi dengan wajah berlumuran darah, Faisal yang juga merupakan Ketua LSM Penajara Rohul itu akhirnya Tumbang juga. Ia kemudian di papah ke Mobil Satlantas Polres Rohul untuk di bawa Ke Rumah Sakit guna mendapatkan Perawatan. 

Aski Unjuk rasa Gempar dan GPMTT ini Terkait pemasalahan Kerjasama Lahan Pola KKPA Seluas 2.380 Ha antara PT Hutahean dengan masyarakat desa tambusai timur. Permasalahan tersebut sudah berlangsung selama 20 tahun sebelum desa tambusai timur dimekarkan menjadi 3 desa yaitu tingkok, tambusai timur dan lubuk soting. Hingga kini belum ada titik terang dalam penyelesaian Konflik ini. 

Dalam Aski Unjuk rasa tersebut, Para Pengunjuk Rasa Menuding PT. Hutahean selama 15 tahun, tidak pernah merealisasikan janjinya terhadap Kesepakatan pembagian Hasil 65-35 Hasil Pola KKPA Kepada Masyarakat 3 desa. 

Dalam Aksi Unjuk Rasa tersebut, Para Pengunjuk rasa meminta Pemkab Rohul segera menyelesaikan Permasalahan antara masyarakat 3 desa dengan Pihak PT Hutahaean dalam waktu 100 Hari. Pengunjuk rasa mengancam, jika pemkab rohul tidak serius menyelesaikan perosalan ini, mereka meminta Bupati Mundur dari jabatanya.

Aksi berakhir kondusif, dibawah pengamanan seratusan personil Gabungan Personil Polres Rokan Hulu dan Satpol PP setempat. Massa membubarkan diri setelah mendengarkan penjelasan dari perwakilan Pemkab Rokan Hulu disampaikan Kepala Bidang Tata Pemerintahan. (yahya)

Jumat, 11 Mei 2018 - 20:10 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru