Bagaimana Ciri-Ciri Haji Mabrur?

Kamis, 29 Agustus 2019 - 11:22 WIB Muslim

Berita Terkait

Bagaimana Ciri-Ciri Haji Mabrur? (Foto: Salaam Gateway) Umat Islam menunaikan ibadah haji

Ibadah haji merupakan ibadah yang dilakukan sebagai penyempurna rukun Islam. Semua orang yang telah melaksanakan ibadah haji pasti menginginkan menjadi haji mabrur.

Namun haji mabrur merupakan predikat yang menjadi hak prerogatif Allah untuk menentukan hal itu. Dalam beberapa hadistnya, Rasulullah SAW pernah menjelaskan keutamaan-keutamaan haji mabrur. Seperti hadits populer yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:

وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ

“Tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur selain surga”. (HR. al-Bukhari)[1]

Pakar hadist Ibnu Hajar al-‘Asqolani mengartikan haji mabrur sebagai bentuk ibadah haji yang diterima atau haji yang tidak tercampur dengan perbuatan dosa. Allah akan membalas ibadah haji mabrur dengan surga.

Namun faktanya tidak semua orang yang pernah berhaji memiliki predikat haji mabrur. Lalu bagaimana ciri-ciri khusus haji mabrur?

Ciri-ciri haji mabrur adalah terbentuknya akhlak yang terpuji dan meningkatnya rasa takwa bagi seseorang yang telah menunaikan haji. Sebagaimana penjelasan imam al-Khawash yang dikutib al-Habib Abdurrahman al-Masyhur dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin:

قَالَ الْخَوَّاصُ رَحِمَهُ اللهُ مِنْ عَلَامَاتِ قَبُوْلِ حَجِّ الْعَبْدِ وَأَنَّهُ خُلِعَ عَلَيْهِ خِلْعَةَ الرِّضَا عَنْهُ أَنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الْحَجِّ وَهُوَ مُتَخَلِّقٌ بِالْأَخْلَاقِ الْمُحَمَّدِيَّةِ لَا يَكَادُ يَقَعُ فِيْ ذَنْبٍ وَلَا يَرَى نَفْسَهُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِ اللهِ وَلَا يُزَاحِمُ عَلَى شَيْئٍ مِنْ أُمُوْرِ الدُّنْيَا حَتَى يَمُوْتَ


“Imam al-Khawash berkata, di antara tanda-tanda seseorang yang ibadah hajinya diterima ialah bahwa dirinya telah membuka pintu ridho, sehingga ia kembali (dari haji) dengan memiliki perilaku terpuji, tidak mudah melakukan dosa, tidak menganggap dirinya lebih baik atas makhluk Allah yang lain, dan tidak berlomba-lomba dalam urusan dunia sampai ia meninggal dunia”.[3]

Seperti dilansir situs Pondok Pesantren Lirboyo, maka tak diragukan lagi bahwa predikat haji mabrur bukanlah hal yang remeh. Tak heran semua orang yang telah menunaikan ibadah haji berlomba-lomba memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya baik yang berkaitan dengan amal ibadah maupun etika sosial kemasyarakatan.

Namun pada dasarnya, haji mabrur tidak hanya memberikan kebaikan untuk orang yang mendapatkannya. Haji mabrur juga memberi dampak kebaikan untuk masyarakat di sekitarnya.

(okezone.com)

Kamis, 10 Agustus 2019 - 11:22 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru