Rahasia Tubuh Serba Hitam Ayam Cemani Terungkap, Ternyata Mutasi

Minggu, 22 September 2019 - 10:44 WIB Iptek

Berita Terkait

Rahasia Tubuh Serba Hitam Ayam Cemani Terungkap, Ternyata Mutasi (heru dahnur/kompas.com) Ayam cemani jantan di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Ayam cemani terkenal karena memiliki tubuh yang unik. Ayam ini serba hitam. Bukan hanya bulunya saja, tetapi juga paruh, lidah, kaki, bahkan tulang-tulangnya. Daging ayam ini pun juga hitam, seperti telah direndam dalam tinta cumi. 

Kondisi ini, menurut para peneliti, disebut fibromelanosis atau mutasi yang terjadi pada ayam domestik. 

"Kami memiliki bukti bahwa itu adalah penataan ulang yang rumit dalam genom," kata Leif Andersson, ahli genetika di Uppsala University, Swedia yang mempelajari mengenai genetika hewan domestik. 

Andersson mengungkapkan jika jejak mutasi dari ayam cemani tersebut berasal dari seekor burung yang mungkin hidup ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu.

"Mutasi yang mendasari fibromelanosis sangat aneh, jadi kami yakin itu hanya terjadi sekali," jelasnya. 

Kebanyakan vertebrata memiliki gen yang dikenal sebagai endothelin 3 atau EDN3 yang mengontrol warna kulit. Saat ayam yang lainnya berkembang, sel-sel tertentu yang terdapat di bagian tubuh, seperti kulit atau bulu, mendorong munculnya EDN3. Hal tersebut memicu adanya perpindahan melanoblas atau sel-sel yang terus menciptakan warna. 

Sementara pada ayam cemani, hampir semua sel tubuh ayam memunculkan EDN3. Pada akhirnya, mutasi ini menciptakan 10 kali lipat melanoblas hingga ke organ ayam. 

"Jika EDN3 muncul terlalu banyak dan di tempat yang salah, maka sel-sel pigmen bermigrasi ke tempat yang tidak sesuai pula," tambah Andersson. 

Untung saja, mutasi yang terjadi pada ayam cemani tidak memiliki efek buruk. Sebaliknya, warna gelap mereka membuat ayam ini lebih berharga di mata para peternak atau pemilik.

Meski kini para peneliti mulai memahami apa yang menjadi penyebab ayam cemani berwarna hitam, sejarah mengenai ras ini masih misteri. 

Ada yang berpendapat jika referensi pertama untuk ayam bertulang hitam ini berasal dari Marco Polo. Pada tahun 1298, dia bepergian ke Asia dan menulis mengenai jenis ayam yang berwarna hitam. 

Dari situ, Andersson juga berhipotesis bahwa jenis ayam hitam kemungkinan besar menyebar ke seluruh dunia karena dibawa oleh para pelaut. Salah satu ras ayam berwarna hitam yang ditemukan di belahan Bumi lain adalah Svarthöna di Swedia.

(kompas.com)

Minggu, 14 Juli 2017 - 10:44 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru