Konflik Kepentingan Karhutla, Menteri Malaysia Didesak Mundur

Rabu, 25 September 2019 - 21:12 WIB Mancanegara

Berita Terkait

Konflik Kepentingan Karhutla, Menteri Malaysia Didesak Mundur (AFP Photo/Goh Chai Hin) Menteri urusan lingkungan hidup Malaysia, Yeo Bee Yin, didesak mundur untuk menghindari konflik kepentingan dalam menangani kabut asap akibat karhutla.

JAKARTA - Menteri Energi, Sains, Teknologi, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, didesak mundur untuk menghindari konflik kepentingan dalam menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan.

Desakan ini mencuat setelah terkuak fakta bahwa suami Yeo merupakan pemilik IOI Corporation, perusahaan induk Sukses Karya Sawit.

Sukses Karya Sawit sendiri merupakan salah satu dari empat perusahaan Malaysia yang diduga melakukan pembakaran lahan di Indonesia sehingga menyebabkan kabut asap di kawasan.

Ketua sayap muda Partai Asosiasi China Malaysia, Nicole Wong, pun mendesak Yeo segera mundur demi menghindari konflik kepentingan. Nicole mencium gelagat ini karena Yeo dinilai sangat lamban menangani permasalahan kabut asap tersebut.

"Dia [Yeo] mengatakan bahwa Undang-Undang Asap Lintas Batas harus ditegakkan bagi Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara, yang selalu terkena dampak kabut asap, tapi perusahaan suaminya merupakan salah satu dari empat yang disebut pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas kebakaran lahan," ujar Nicole.

Melanjutkan pernyataannya, Nicole berkata, "Oleh karena itu, Yeo Bee Yin didesak untuk segera melepas jabatannya."

Yeo langsung menanggapi desakan tersebut dengan mengatakan bahwa ia menyerahkan semua proses hukum ke tangan Indonesia.

Ia pun meminta semua pihak untuk bekerja sama menangani masalah kabut asap dengan memberikan gagasan segar.

"Saya harap oposisi bisa memberikan gagasan yang lebih konstruktif untuk menangani masalah yang sudah melanda negara selama berpuluh tahun," ucap Yeo sebagaimana dikutip Channel NewsAsia.

Yeo sendiri sempat beradu argumen dengan Indonesia terkait kabut asap ini hingga meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Ia menuding asap dari Indonesia menyebabkan kualitas udara di Negeri Jiran buruk, sementara Jakarta menganggap kabut yang masuk wilayah Kuala Lumpur berasal dari kebakaran di Semenanjung Malaya dan Serawak.

Namun kemudian, Badan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) menyatakan bahwa kabut asap yang mencemari wilayah udara Malaysia dan sejumlah negara tetangga lainnya berasal dari kebakaran hutan di Indonesia.

(cnnindonesia.com)

Rabu, 11 Juni 2017 - 21:12 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru