Alfedri: Festival Siak Bermadah Perekat Rumpun Melayu

Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:59 WIB Budaya

Berita Terkait

Alfedri: Festival Siak Bermadah Perekat Rumpun Melayu adi/rec

SIAK, kabarmelayu.com - Bupati Siak Drs H Alfedri M.Si menjelaskan, festival Siak Bermadah yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak yang berlangsung selama tiga hari menjadi perekat rumpun Melayu. 

Hal ini dikatakan Bupati Alfedri saat menutup Festival Siak Bermadah, Sabtu Malam (12/10/2019) di Panggung Siak Bermadah Jalan Sultan Syarif Kasim Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Siak. 

Diawali dengan Pawai Budaya Internasional dari 14 kecamatan se- Kabupaten Siak, ditambah dari Kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Meranti, Rokan Hulu, serta Provinsi di luar Riau yaitu Daik Lingga dari Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, Jambi, Sumatra Utara, di tambah lagi peserta dari negara tetangga Malaysia yaitu Kualalumpur dan Sabah, kemudian dari Kota Pekanbaru.

Dikatakan Alfedri, pawai Budaya Internasional dan penampilan berbagai ragam seni pada iven Siak Bermadah yang dirangkum dengan berbagai acara seni, pada iven yang sama Pemkab Siak juga menggelar acara iven Kabupaten Lestari, inovasi lestari, temu bisnis lestari, dan bincang lestari yang terkait dengan bagaimana mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar daerah ini terbebas dari gangguan asap di masa mendatang. 

Festival Siak Bermadah ini sudah banyak penampilan yang dilakukan oleh para peserta, "Mudah-mudahan dari berbagai macam penampilan seni tersebut bisa menjadi perekat antar daerah," katanya. 

Kemudian dari berbagai penampilan diharapkan kegiatan seperti ini bisa menjadi titik sentuh bagi budaya Melayu yang ada di Siak dan Nusantara pada umumnya, serta dapat pula menjadi wahana untuk tukar menukar wawasan,  sehingga bisa menjadi penguatan identitas rumpun Melayu di daerah kita, dan sebagai langkah untuk memajukan kebudayaan kita di nusantara yang dikuatkan dengan Undang - Undang 25 tahun 2017, tentang perlindungan, pelestarian, pemanfaatan dan pengembangan kebudayaan agar lebih baik di masa yang akan datang. 

"Ditambah lagi kawasan Kesultanan Siak sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, dan kita sedang berupaya bagaimana nantinya bekas kerajaan Sultan Siak ini menjadi warisan budaya dunia, sehingga potensi wisata yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak mampu bersaing dengan daerah lain, dan nantinya Siak semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun  mancanegara," tutup Alfedri. (adi) 

Minggu, 14 Desember 2017 - 12:59 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru