Sabtu, 10 Oktober 2026 WIB

Perkebunan Kelapa di Inhil Terbakar, Tim Berjibaku Lakukan Pemadaman

Riki - Minggu, 13 September 2026 23:17 WIB
Perkebunan Kelapa di Inhil Terbakar, Tim Berjibaku Lakukan Pemadaman
Asap tebal menyelimuti akibat perkebunan kelapa di Batang Tuaka yang terbakar.(Foto: ist)
kabarmelayu.com,INHIL - Tim gabungan yang terdiri dari DPKP, BPBD, TNI, Polri, serta pemadam PLTU Tembilahan berjibaku memadamkan kebakaran areal perkebunan kelapa di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir pada Minggu (13/9/2026). Kebakaran yang diduga mulai terjadi sejak pukul 13.00 WIB ini merembet cepat akibat kondisi lahan gambut yang mengering.
Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah pihak kedinasan menerima laporan resmi mengenai kemunculan titik api di kawasan permukiman dan perkebunan warga. Lokasi kebakaran yang persis berada di tepi jalan lintas Desa Sungai Luar menuju Sungai Piring memudahkan armada meluncur ke titik kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir Junaidy mengonfirmasi bahwa penanganan langsung dilakukan begitu laporan dari pihak desa masuk.
"Laporan dari Kepala Desa Sungai Luar kebakaran lahan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Kita bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir Junaidy pada Minggu (13/9/2026).
Untuk menjinakkan kobaran api, DPKP Inhil menerjunkan dua regu operasional sebanyak 20 personel yang didukung dengan dua unit mobil pemadam kebakaran. Sementara itu, tim dari BPBD Inhil turut membantu penyemprotan dengan mengandalkan mesin pompa portabel di area terpelosok.
Personel lapangan terus menambah pasokan air guna melokalisasi rembetan api agar tidak mengancam permukiman di sekitarnya. Upaya penyiraman dilakukan secara masif mengingat potensi kebakaran vegetasi di area tersebut cukup tinggi.
"Bersama tim gabungan kami terus berupaya melakukan pemadaman," ujar Junaidy.
Luas pasti area yang terdampak kebakaran hingga kini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. Namun, peristiwa tersebut telah menyebabkan timbulan kabut asap pekat yang mengganggu pandangan di sepanjang jalur lintas antardesa.
Struktur tanah gambut yang kering menyebabkan permukaan tanah berubah menjadi bara api sehingga proses pemadaman memerlukan kehati-hatian ekstra dari petugas.
"Dari pantauan tim kita, api tak cuma membakar pokok kelapa dan pinang. Lahan yang gambut kering seperti jadi bara," tutur Junaidy.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
2.828 Hotspot di Sumatera, Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat
Perusahaan Wajib Keluarkan Plasma HGU, Bupati Inhil Jangan Diam
Peringatan untuk Kelompok Rentan, Asap Karhutla Berisiko Hingga  Mengancam Jiwa
Sempat Tertahan di Langit Riau Akibat Kabut Asap, Tiga Pesawat Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pagi Ini
Jumlah Hotspot Riau Naik Jadi 19 Titik, Sumatera 4.845, Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
Kecamatan Tenayan Raya dan Lintas Sektor Bagikan Ribuan Masker
komentar
beritaTerbaru