RUPS LB SPR Cipta Lestari: Suryadi Khusaini, Komisaris Fajar Menanti Simanjutak Dirut
kabarmelayu.com,PEKANBARU Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Cipta Lestari hari ini miliki nahkoda baru. Ditetapkan, Suryad
Ekbis
Program ini merupakan rangkaian dari acara peresmian Universitas Paramadina Kampus Kuningan di Trinity Tower dan Auditorium Benny Subianto. Berbicara di hadapan hadirin yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan masyarakat umum, JK menekankan pentingnya ketegasan dan keberanian seorang pemimpin.
"Tugas pemimpin adalah menginspirasi, mempersatukan, memberikan dorongan semangat, dan harus bertanggung jawab karena dia harus mengambil keputusan yang baik, cepat, punya dasar, dan dipahami oleh bawahan," ujar JK.
Baca Juga:
Dalam pidatonya, JK juga menyoroti kondisi global yang penuh gejolak. Ia menyebut konflik Rusia-Ukraina, Israel-Hamas, hingga ketegangan di Asia seperti China-Taiwan dan Korea Selatan-Korea Utara sebagai tantangan nyata bagi stabilitas dunia, yang juga berdampak terhadap perekonomian Indonesia.
"Perang Rusia dan Ukraina membuat pasokan gandum terhambat dan gas Rusia ke Eropa tersendat. Negara-negara seperti Jerman dan Prancis pun mengalami kelangkaan energi," jelas JK.
Baca Juga:
Ia juga mengkritik kebijakan tarif tinggi mantan Presiden AS, Donald Trump, yang menurutnya justru merugikan rakyat Amerika sendiri. "Trump belum paham, justru kebijakan tarif tinggi itu akan membebani rakyat USA," katanya. Ia menilai kebijakan semacam itu adalah bentuk "kebijakan bunuh diri" yang memperburuk perang dagang global.
Di tingkat nasional, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa efek dari krisis global memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyebut pertumbuhan yang semula direncanakan 5,2% menjadi hanya 4,8%.
"Bukan salah Prabowo, tetapi ini akibat akumulasi masalah masa lalu dan tekanan global saat ini. Karena itu, pemerintahan saat ini harus mengambil langkah efisiensi, meski hal ini berdampak pada terhambatnya sejumlah program," tegas JK.
JK pun menyoroti kondisi dalam negeri yang memprihatinkan, seperti meningkatnya PHK dan melemahnya konsumsi rumah tangga. Ia menyebut fenomena ini sebagai "negative cycle" yang memperparah kemerosotan ekonomi. Menurutnya, tumbuhnya premanisme juga merupakan dampak dari pengangguran massal akibat krisis ekonomi.
Menutup pidatonya, JK mengajak generasi muda untuk memahami dinamika kepemimpinan di tengah krisis. "Pemimpin yang hebat bukan hanya mereka yang berhasil dalam kondisi normal, tetapi mereka yang mampu mengambil keputusan tepat saat badai datang," pungkasnya.(rief)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Cipta Lestari hari ini miliki nahkoda baru. Ditetapkan, Suryad
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya mewujudkan tata kelola pertambangan rakyat yang legal, tertib, dan berkelanjutan di Provinsi Riau terus di
Pemerintahan
Mabes Polri kembali melakukan rotasi jabatan besarbesaran di jajaran Polda Riau. Sejumlah Pejabat Utama (PJU)
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, akan menggelar kegiatan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan. Vaksin
Kesehatan
Polsek Kandis Bersiap Jelang Panen Raya Jagung Tumpang Sari di Kampung SamSam
Lingkungan
Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026&ndash2030
Pemerintahan
kabarmelayu.com,SIAK Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi
Hukrim
Lepas Kafilah MTQ Siak, Bupati Afni Bonus Naik 10 Persen dan Hadiah Umrah Tetap Diberikan
Pemerintahan
Tim Supervisi Tinjau Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba Polresta Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjenguk Muhammad Lutfi, mahasiswa yang terluka saat aksi unjuk rasa di
Hukrim