Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
HONG KONG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan sikap tidak simpati terhadap masalah utama para pekerja Indonesia yang berada di Hong Kong. Selama ini, tenaga kerja, terutama wanita kerap menghadapi bentuk eksploitasi.
Tak sedikit TKI yang dilaporkan rentan mengalami penganiayaan saat bekerja di luar negeri. Karena itu, serikat pekerja Indonesia yang berada di Hong Kong meminta agar hak para migran dapat dipenuhi dengan lebih baik. Mereka kemudian melakukan aksi protes di depan kantor Konsulat Indonesia.
"Saya harap presiden bisa membuat tempat kerja kami jadi lebih aman, selama ini kami bekerja dan banyak aturan yang dilanggar oleh majikan saya," ujar seorang TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga bernama Miasih, dilansir DW.com, Senin (1/4).
Baca Juga:
Namun, Jokowi dalam kunjungannya ke salah satu kota administratif khusus Cina itu justru mengatakan tidak seharusnya para TKI mempermasalahkan hal-hal seperti itu. Ia menganggap bahwa sejumlah kasus yang disebut sebagai eksploitasi tersebut hanyalah hal yang kecil.
"Jangan biarkan hal-hal kecil menimbulkan permasalahan yang berujung bentrokan dan perpecahan," ujar Jokowi.
Baca Juga:
Para pekerja yang mendengar pernyataan itu menilai Jokowi gagal menangani salah satu permasalahan utama para TKI. Selama ini, mereka rentan menjadi korban ekploitasi dari agen yang membawa mereka berada di sana. "Ini adalah sikap seorang presiden yang sangat buruk dan bahkan dia tidak memiliki rasa hormat terhadap kami yang jadi korban," jelas Miasih.
Ia menjadi salah satu pekerja yang merasa diekploitasi oleh majikan dengan diminta bekerja di dua apartemen. Padahal, sesuai kontrak dengan agen yang membawanya ke Hong Kong, ia seharusnya hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk satu apartemen.
Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 340 ribu pekerja rumah tangga asing yang berada di Hong Kong. Lebih dari setengah jumlah tersebut berasal dari Indonesia serta Filipina.
Kondisi para pekerja Indonesia di Hong Kong menjadi sorotan utama dunia pada 2014, lalu. Saat itu, seorang sisten rumah tangga dari Tanah Air bernama Erwiana Sulistyaningsih dilaporkan menjadi korban kekerasan majikannya. Tidak hanya dipukuli, ia bahkan juga dibiarkan kelaparan.
Selama ini, banyak agen yang disebut merekrut TKI secara ilegal dan mencoba melakukan perdagangan manusia. Bahkan, anak-anak dilaporkan kerap menjadi korban utama. (ROL)
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
Benih Jagung Kuartal III Telah Ditanam, Polsek Kandis Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
kabarmelayu.com,MERANTI Seekor buaya muara menerkam seorang warga bernama Atai (35) saat menyeberang menggunakan rakit di Sungai Sendewo,
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Menjalani Tugas seharihari di dunia kesehatan sebagai dokter, tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M ber
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Law Firm Citra Hukum Keadilan (CHK) resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan Kantor Perwakilan Pr
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri