Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salehuddin Wahid mengatakan, dinamika tentang pertentangan antara Keindonesiaan dengan Keislaman sudah lama terjadi. Gus Sholah, sapaan akrabnya tidak heran terhadap situasi saat sekarang ini.
Menurut Gus Sholah, masalah tersebut sudah terjadi sejak zaman KH Hasyim Asy’ari. Namun, Kiai Hasyim waktu itu menilai antara Keindonesiaan dan Keislaman tidak satupun saling bertentangan.
Itu sebabnya, kata Gus Sholah, resolusi jihad dicetuskan oleh Kiai Hasyim. Seruan tersebut mampu memompa semangat pemuda waktu itu agar mengangkat senjara melawan penjajah.
Baca Juga:
Isu tentang pertentangan antara pancasila dengan keislaman yang mencuat kembali pasca Pilkada DKI Jakarta perlu segera diselesaikan. Gus Sholah meminta tidak ada kelompok yang saling menyalahkan.
"Maka perlu ada peredam konflik," ujar Gus Sholah, dalam acara Seminar Pemikiran KH Hasyim Hasyim Asy’ari, di Gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta, Sabtu (6/5).
Baca Juga:
Gus Sholah juga menekankan agar masing-masing kelompok agar saling menghormati perbedaan. Menurutnya, konflik yang terjadi hanya disebabkan perbedaan penafsiran.
Gus Sholah menilai, konflik yang terjadi bukan antar agama. Namun sesama umat Muslim akibat perbedaan penafsiran tersebut terutama dalam kasus Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.
Karena itu, Gus Sholah berharap, agar menyudahi saling menyalahkan. Dialog harus segera dilakukan agar tercipta situasi kondusif. Dialog tersebut diharapkan terlaksana sebelum memasuki bulan ramadhan.
"Tempatnya bisa di MPR, dalam dialog itu harus disampaikan apa saja yang diinginkan dan tidak diinginkan kedua kelompok," kata Gus Sholah.
Pasalnya, lanjut Gus Sholah, Keindonesiaan dan Keislaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa. "Jangan ada kesan mempertentangkan, kita adalah orang Indonesia yang Islam dan Islam yang Indonesia," Gus Sholah menegaskan.(ROL)
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
Benih Jagung Kuartal III Telah Ditanam, Polsek Kandis Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
kabarmelayu.com,MERANTI Seekor buaya muara menerkam seorang warga bernama Atai (35) saat menyeberang menggunakan rakit di Sungai Sendewo,
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Menjalani Tugas seharihari di dunia kesehatan sebagai dokter, tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M ber
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Law Firm Citra Hukum Keadilan (CHK) resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan Kantor Perwakilan Pr
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri