Kamis, 15 Januari 2026 WIB

206 Desa di Riau Rawan Bencana Hidrometeorologi, 4 Kabupaten dan Kota Waspada Tinggi!

Redaksi - Senin, 08 Desember 2025 20:03 WIB
206 Desa di Riau Rawan Bencana Hidrometeorologi, 4 Kabupaten dan Kota Waspada Tinggi!
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah meningkatkan mitigasi bencana di tengah masuknya periode cuaca ekstrem dan puncak musim hujan. Langkah ini diambil setelah Pemprov memetakan secara detail kawasan yang paling rentan terhadap bencana hidrometeorologi, yakni banjir dan tanah longsor.

Data terbaru, ada kerentanan bencana yang signifikan. Sedikitnya 206 desa/kelurahan di Provinsi Riau telah ditetapkan sebagai kawasan rawan banjir dan longsor. Kawasan rawan tersebut tersebar luas di 116 kecamatan di 12 kabupaten/kota di seluruh Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia terkait Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Senin (8/12/2025) menyampaikan, peningkatan mitigasi ini merupakan respons langsung terhadap arahan dari Presiden RI.

Baca Juga:

"Pemprov Riau sudah melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data yang ada, 206 desa dikategorikan rawan banjir dan tanah longsor, yang tersebar di 116 kecamatan," kata SF Hariyanto..

Plt Gubernur merincikan angka kerawanan tersebut untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Dari total 206 desa yang berstatus rawan, terdapat 170 desa yang berada di 93 kecamatan rawan banjir, 36 desa lainnya di 23 kecamatan diidentifikasi rawan tanah longsor.

Baca Juga:

"Ini adalah angka yang tidak kecil. Data ini harus menjadi peringatan bagi kita semua untuk memastikan kesiapsiagaan berjalan secara maksimal dan cepat. Karena itu, antisipasi harus dilakukan di seluruh tingkatan," sebutnya.

Lebih lanjut, Plt Gubri SF Hariyanto juga secara spesifik mengingatkan beberapa daerah yang perlu ekstra waspada. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi banjir dan longsor adalah Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.

SF Hariyanto juga mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk tetap waspada dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi konkret di lapangan, demi menghindari risiko dan meminimalkan dampak buruk dari bencana hidrometeorologi di Riau.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pencarian Korban Bencana Sumut dan Sumbar Dihentikan, Aceh Berlanjut
Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Naik Tipis Malam Ini, di Hilir Terjadi Kenaikan Permukaan Air Sungai Kampar
Tembilahan Dilanda Banjir Rob
Konser Amal Pemko Pekanbaru akan Hadirkan Wali Band
Atasi Banjir, 10 Danau Unri di Binawidya Dijadikan Embung
Catatan Akhir Tahun 2025 Jikalahari: Menata Ulang Tata Ruang, Cabut Izin Korporasi di DAS
komentar
beritaTerbaru