Minggu, 10 Mei 2026 WIB

Turunkan Tim Pemantau Jelang Iduladha 1447 H, Pekanbaru Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Redaksi - Minggu, 10 Mei 2026 12:02 WIB
Turunkan Tim Pemantau Jelang Iduladha 1447 H, Pekanbaru Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Ilustrasi.(Foto: Dok)
kabarmelayu.com,PEKANBARU – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) Kota Pekanbaru mulai memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayah Pekanbaru menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H tahun 2026.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru, Zulpan Ependi mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim pemantau untuk mendata jumlah hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru.

"Saat ini kami sudah melakukan pemantauan melalui tim yang berjumlah 30 orang. Hewan yang masuk dipantau sehingga nantinya dapat diketahui jumlah sapi dan kambing yang masuk ke Pekanbaru," ujarnya.

Baca Juga:

Selain melakukan pendataan, Distankan l juga akan menggelar sosialisasi kepada pengurus masjid terkait tata kelola hewan kurban dan pengawasan kesehatan hewan.

"Kami rutin melaksanakan sosialisasi setiap tahun kepada pengurus masjid yang mengelola hewan kurban. Rencananya kegiatan tersebut digelar pada Selasa mendatang di DPP," jelasnya.

Baca Juga:

Zulpan menambahkan, pengawasan langsung terhadap hewan kurban di kandang penggemukan maupun lokasi penjualan akan mulai dilakukan secara menyeluruh pada H-10 Iduladha.

"Mulai H-10 Iduladha kami akan turun langsung memantau seluruh hewan kurban agar jumlah dan kondisi kesehatannya dapat diketahui hingga hari pelaksanaan," katanya.

Pada hari penyembelihan kurban, pengawasan akan dilakukan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Riau dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Riau.

"Total sekitar 75 petugas akan turun ke lapangan, terdiri dari 30 orang dari PDHI, 33 mahasiswa kedokteran hewan Unri, dan sisanya dari dinas," tambahnya.

Petugas nantinya akan melakukan pemeriksaanante-mortemdanpost-mortemuntuk memastikan daging hewan kurban layak dikonsumsi dan bebas dari penyakit.

Petugas akan memeriksa kondisi hewan, termasuk organ dalamnya. Jika ditemukan penyakit atau cacing yang membahayakan, maka daging tidak boleh dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter hewan.

Distankan Pekanbaru berharap pengawasan tersebut dapat memastikan hewan kurban yang beredar di Pekanbaru dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan nyaman.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau
Perkuat Kekompakan dan Sinergi, Anggota KominfoPS Inhil Taja Silaturahmi
ASN Pemko Pekanbaru Berkurban 19 Ekor, 5 Disalurkan ke Lembaga Eksternal dan Masjid
PT BLJ Salurkan Bantuan Hewan Kurban di 11 Kecamatan di Bengkalis
Patuhi Himbauan Bupati, Empat Perusahaan Sawit di Inhu Salurkan Hewan Kurban
Mayoritas Sehat, Pengawasan Hewan Kurban di Pekanbaru Diintensifkan
komentar
beritaTerbaru