PWI Kuansing Kembali Suarakan Aspirasi ke DPRD, Berharap Kantor Sendiri
kabarmelayu.com,KUANSING Harapan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk memiliki kantor sendiri
TNI/Polri
Massa yang disambut langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen GHerry Wiryawan serta Bupati Pelalawan dan Bupati Inhu ini menolak diklaim sebagai perambah kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan mendesak agar pemerintah tidak bertindak sewenang-wenang terhadap mereka, yang sebagian besar telah bermukim di kawasan tersebut jauh sebelum TNTN dikukuhkan secara resmi.
Koordinator Lapangan (Korlap) Wendri Simbolon membacakan tuntutan utama warga, yaitu penolakan terhadap rencana relokasi secara sepihak. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap ingin bertahan di tempat tinggal mereka saat ini dan menuntut kejelasan hukum serta perlindungan atas hak hidup mereka.
Baca Juga:
"Kami meminta dalam waktu satu kali tiga puluh hari, atau satu bulan, diberikan kesempatan dan kepastian untuk berdialog dan berdiskusi langsung dengan pimpinan pusat," ujar Wendri saat menyampaikan tuntutan di hadapan Gubernur dan ribuan massa yang berkumpul.
"Kami masyarakat dengan tegas menyatakan akan tetap bertahan dan tidak bersedia direlokasi dari tempat tinggal kami saat ini. Kami memohon kepada Pak Gubernur, Pak Kapolda, dan Pak Bupati untuk memfasilitasi kami bertemu dengan pimpinan pusat," tegas Wendri, yang disambut tepuk tangan riuh dari massa.
Baca Juga:
Sebelum berdialog langsung dengan massa di halaman kantor gubernur, Abdul Wahid terlebih dahulu melakukan audiensi tertutup dengan perwakilan peserta aksi, termasuk Koordinator Lapangan (Korlap), Wendri Simbolon.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Gubernur Riau diberi tenggat waktu selama satu bulan untuk memfasilitasi pertemuan antara perwakilan warga dan pemerintah pusat, termasuk Presiden maupun DPR RI.
Gubernur Abdul Wahid, yang turut didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan, Bupati Pelalawan Zukri, dan Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, mengapresiasi aspirasi warga yang disampaikan secara tertib dan damai.
Dia menyatakan siap menjembatani komunikasi dengan pemerintah pusat dan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan TNTN harus dilakukan secara manusiawi dan berkeadilan.
"Aspirasi ini akan kita bantu komunikasikan agar tidak ada yang dianaktirikan. Kebijakan negara tentu ada solusinya, dan itu yang sedang kita cari bersama. Insyaallah semuanya bisa diselesaikan dengan cara yang membuat semua pihak merasa dihargai," ujar Abdul Wahid kepada massa aksi.
Dengan janji tersebut, aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pagi akhirnya selesai pada sore hari. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib dengan harapan janji Gubernur segera ditindaklanjuti dalam waktu yang telah disepakati.
kabarmelayu.com,KUANSING Harapan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk memiliki kantor sendiri
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Polisi menyisir dua daerah rawan peredaran narkoba di Kota Pekanbaru, Pangeran Hidayat (Panger) dan Kampung D
Hukrim
kabarmelayu.com, KAMPAR Untuk efisiensi, kenyamanan dan keselamatan, sebanyak 38 siswa Sekolah Terbuka UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pendidikan
kabarmelayu.com,ROHUL Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangaraian bersama Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil mengamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mempercepat pelaksanaan program Imunisasi Kejar dengan target 3.425 anak yang
Kesehatan
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap ditunjukkan Komunitas Sosial Alat Berat Pe
Sosial
Jaga selalu marwah Bumi Melayu Seri Gemilangkabarmelayu.com,INHIL Menjelang keikutsertaannya dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2026, Mau
Budaya
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hotspot atau titik panas di pulau Sumatera masih berada di angka ribuan. Sore ini. Kamis (8/10/2026) terpantau 2
Lingkungan
kabarmelayu.com,INHIL Persoalan kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan kembali menjadi perhatian. Bukan hanya soal bantuan Corpora
Sosial