Kamis, 22 Oktober 2026 WIB

Penulisan Ulang Sejarah Riau Mendesak

Redaksi - Sabtu, 09 Agustus 2025 08:56 WIB
Penulisan Ulang Sejarah Riau Mendesak
Datuk Seri Taufik Ikram Jamil dalam Simposium Melayu Serumpun berkaitan dengan Pekan Budaya Melayu Serumpun di Pekanbaru.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Sejarah Riau mendesak ditulis ulang. Bukan saja karena buku untuk itu telah lama diterbitkan yakni tahun 1977 sehingga banyak bahan yang ditemukan baru, juga sejarah Riau tercedera secara lokal bahkan regional.

Gagasan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil dalam Simposium Melayu Serumpun berkaitan dengan Pekan Budaya Melayu Serumpun di Pekanbaru, Jumat (8/8/2025).

Berlangsung selama dua hari, 27 orang tampil sebagai pembicara berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, dan Indonesia sendiri. Beberapa daerah juga mengirimkan peserta untuk kegiatan ilmiah ini.

Datuk Seri Taufik mengatakan, Buku-buku sejarah Melayu yang ada seperti Sulalatus Salatin, belum menempatkan Riau sebagaimana mustinya. Pada bab Dua buku ini misalnya, disebutkan Bukit Siguntang di Palembang, padahal juga ada di Riau sekarang. Sebelum Bukit Siguntang, tidak dijelaskan, padahal prasasti Kedukan Bukit menunjukkan Riau.

Baca Juga:

Menurut Datuk Seri Taufik, turunan dari Bukit Siguntang pula selalu dinafikan dalam sejarah regional. Paremeswara misslanya seperti langsung turun dari Palembang, padahal Sulalatin Salatin menyebutkan persinggahan di Indragiri sampai Kuantan.

Belum lagi bagaimana penemuan pradaban prasejarah Riau yang baru terungkap dalam 10 tahun terakhir, menjukkan kehidupan minimal 40.000 tahun sebelum masehi. Selain itu keberadaan Sriwijaya di Riau yang memberi makna pada pencapaian peradaban Melayu.

Baca Juga:

"Tak mengherankan, Riau sekarang menjadi amat beragam dari berbagai segi, tapi masih banyak yang belum dipaparkan," kata Datuk Seri Taufik.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perempuan Melayu Didorong Perkuat Pelestarian Adat
Antisipasi Unjuk Rasa, Kapolda Riau Tekankan Pengamanan Humanis dan Profesional
Silaturahmi ke Balai Adat, Kapolda Riau Arman Achdiat Ajak LAMR Bersinergi
Candi Muara Takus Bakal Terkoneksi Jalur Wisata Sejarah Terpadu
MKA LAMR Dumai Diduga Kebablasan, Pemecatan DPH Dituding Ilegal
Sekitar 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Meriahkan Arak-arakan Keberagaman HKN di Riau
komentar
beritaTerbaru