Reini Wirahadikusumah, Rektor Perempuan Pertama ITB

Selasa, 21 Januari 2020 - 09:09 WIB Pendidikan

Berita Terkait

Reini Wirahadikusumah, Rektor Perempuan Pertama ITB (ANTARA FOTO/Novrian Arbi) Reini Wirahadikusumah, Rektor perempuan pertama di ITB.

JAKARTA - Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi melantik Reini Djuhraeni Wirahadikusumah sebagai rektor ITB periode 2020-2025 menggantikan Kadarsah Suryadi. Kardasah sendiri sudah menjabat sebagai rektor ITB sejak 20 Januari 2015.

Reini merupakan rektor perempuan pertama di ITB, setelah 60 tahun kampus itu berdiri. ITB pertama kali diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1959.

Mengutip situs resmi ITB, Reini merupakan Guru Besar dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Dia adalah ahli manajemen dan rekayasa konstruksi.

Reini yang pernah mengenyam pendidikan di SMA Tarakanita Jakarta menempuh gelar S1 Teknik Sipil di ITB. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan S2 dan S3 terkait Teknik Sipil di Universitas Purdue, Amerika Serikat, seperti tertulis pada curiculum vitae Reini.

Sebelum dilantik menjadi rektor, Reini aktif menerbitkan publikasi mengenai konstruksi. Sejak 1997, tercatat publikasi yang dibuat oleh Reini yang berkaitan dengan konstruksi sudah mencapai 23 artikel.

Reini juga terlibat dalam 12 proyek penelitian, di misalnya tentang pengelolaan rantai pasok proyek infrastruktur dan pengembangan model evaluasi berbasis risiko dalam tender konsesi infrastruktur jalan.

Wanita 52 tahun ini juga sempat mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya XX dari Pemerintah RI.

Dalam keterangan resminya, Reini menyampaikan motivasinya ingin menjadi rektor adalah sebagai ungkapan syukur atas kiprahnya selama 25 tahun di ITB.

"ITB is a happy place (tempat yang membahagikan) buat saya. Sehingga saya memberi kembali kepada ITB dan membuat ITB sebagai tempat yang nyaman bagi mahasiswa dan kawan-kawan dosen dan lainnya," ujar Reini dalam akun Youtube ITB.

Reini menyampaikan transformasi ITB bukan merupakan hal yang mudah dilakukan. Dia berkata transformasi di ITB mesti dilakukan bertahap dan berkelanjutan. Saat ini, dia mengklaim ITB merupakan institusi terdepan dalam bidang Iptek, seni, humaniora, dan sosial.

"Namun untuk maju di tingkat internasional kita perlu perubahan-perubahan yang mendasar," ujarnya.

Sebelumnya, sidang MWA ITB yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Reini sebagai rektor ITB periode 2020-2025. Keputusan itu merupakan hasil seleksi atas 30 calon rektor sepanjang 3,5 bulan.

(cnnindonesia.com)

Selasa, 25 Mei 2017 - 09:09 WIB
Tulis Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Berita Terbaru