Sempat Membaik, Udara Pekanbaru Kembali di Level Berbahaya Sore Ini
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah berada di level berbahaya pada Jumat (16/10/2026) dan sempat membaik ke level sedang, sore ini Sabtu (17
Lingkungan
Pada penyelenggaraannya, FBM menganjungkan sebuah tema pokok yang diarak oleh tema-tema pendukung dari percabangan seni-budaya Melayu lainnya. Dengan pendekatan ini, FBM dimaksudkan menjadi sumbu-ungkit pencapaian milestone "baru" bagi ekspresi budaya Melayu yang dipilih sebagai tema pokok.
Sedangkan bagi ekspresi-ekspresi budaya yang lain, FBM diharapkan menjadi pemicu konsolidasi bagi pendukung-pendukungnya untuk diarak sebagai tema pokok pada festival tahun-tahun berikutnya.
Sebagaimana diketahui, Riau merupakan kawasan hutan tanah yang direpresentasikan dalam berbagai simbol kebudayaan Melayu. Terutama dalam perspektif keberagaman masayarakat Melayu Riau yang cenderung mengidentifikasi puak-puak berdasarkan sungai-sungai besar di tempat ia bermukim.
Baca Juga:
Setidaknya, terdapat empat sungai yang mengaliri kawasan Riau, dan keseluruhan sungai itu bermuara ke Selat Melaka, kawasan pelayaran paling ramai yang menghubungkan beberapa pusat perdagangan dunia sejak masa lampau maupun masa kolonial.
Dengan kondisi ruang ekologi demikian itu, maka pergerakan komoditas berupa rempah atau hasil hutan tanah yang ada di hulu (kawasan pedalaman) tentu akan dijajakan di kawasan sekitar selat Melaka.
Baca Juga:
Tidak dimungkiri keberadaan sungai telah pula menjadi nadi kehidupan sosial, termasuk keekonomian. Peran sungai yang penting itu menjadi bagian utama yang direpresentasikan dalam bentuk tradisi-tradisi yang tak dapat dilepaskan dari sungai sebagai medianya, yang menjadi khazanah budaya Melayu tempatan.
Persebatian antara hasil hutan tanah (rempah dan hasil hutan) dan khazanah kebudayaan dari hulu hingga muara itu dipandang perlu menjadi ingatan kolektif yang patut dirayakan.
Maka, Festival Budaya Melayu tahun 2024 oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Riau bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusung tema besar yaitu "Rempah dalam Khazanah Alam Melayu Riau: Meramu Hulu Menghimpun Muara".
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen menegaskan bahwa pada tahun ini FBM diselaraskan dengan program prioritas nasional di Ditjenbud untuk pendukungan event Jalur Rempah.
Dengan demikian sejumlah program yang dirumuskan bersama pihak dari unsur stakeholders kebudayaan dan komunitas diazamkan untuk menitik-beratkan bagaimana peran Riau pada Jalur Rempah nusantara.
"Riau sebagai bagian dari wilayah nusantara tentu saja memiliki irisan yang jelas terhadap Jalur Rempah, baik di sisi kebudayaan apalagi keekonomian. Festival ini selain menarasikan sejarah, budaya, dan masyarakat dalam literasi Jalur Rempah, juga berupaya agar tradisi dan kebiasaan yang berkait kelindan dengan khazanah rempah dan kekayaan alam Riau tersebut kembali direvitalisasi untuk masa depan kebudayaan," papar Kadisbud Riau.
Menurut Raja Yose, FBM akan menjadi ruang bersama bagi komunitas dan masyarakat umum untuk menyimpai kearifan lokal, tradisi budaya, hutan tanah serta potensi alam lingkungan dan adat istiadat untuk mengokohkan jati diri Melayu Riau dalam kenusantaraan.
"Riau mendukung program event Jalur Rempah nasional melalui Festival Budaya Melayu yang dikerjasamakan dengan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada Ditjenbud yang telah memberi laluan kepada Provinsi Riau untuk bersama-sama mendukung Jalur Rempah menjadi Warisan Dunia," kata Raja Yose.
Beberapa program utama FBM yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 8 September 2024 antara lain Diskusi Budaya Jalur Rempah, Seminar Jalur Rempah dan Tradisi Lisan, Workshop Cipta Karya Tradisi Lisan, Sayembara Pantun "Etno Medicine".
Kemudian, ada pula Pameran Fotografi "Cerita Rempah dan Kekayaan Alam Riau",Pameran Warisan Budaya Takbenda Indonesia "Layang Kuau Raja Tebuk Isi", Pameran Warisan Budaya di Jalur Rempah.
Lalu, Seni Instalasi"Mengiliu", Pameran Makanan Melayu Riau "Segenap Perisa", Panggung Pertunjukan dan Pergelaran Seni Budaya, Olahraga Tradisional dan Kreativitas "Laman Mastautin" dan lainnya.
Adapun kerja bersama ini didukung oleh sejumlah lembaga dan komunitas, antara lain Lembaga Adat Melayu Riau, Asosiasi Tradisi Lisan Riau, Dewan Kesenian Riau, PaSKI Pengda Riau, serta berbagai unsur komunitas budaya, pelaku budaya, seniman, dan lain-lain.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah berada di level berbahaya pada Jumat (16/10/2026) dan sempat membaik ke level sedang, sore ini Sabtu (17
Lingkungan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembang
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Presiden AS Donald Trump melontarkan lelucon mengenai popularitas nama &039Mohammad&039 di dunia Muslim. Leluc
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT., menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebang
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. Syahrul Aidi Maazat, menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (ka
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Hj Sulastri Agung, S. Sos, MH, melalui Wakil Ketu
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Pol
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 11 Pohon tumbang ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Kota Pekanbaru Kamis (15/1
Peristiwa
AKP Noki Pimpin Tim Gabungan Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Memastikan tanaman pangan tumbuh dengan baik menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Sosial